Jakarta –
Banjir bandang termasuk jenis bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Seperti kita ketahui, banjir bandang biasanya datang secara tiba-tiba yang disebabkan oleh hujan lebat di suatu wilayah.
Dalam rangka mengurangi risiko bencana, berikut langkah-langkah mitigasi banjir bandang pada sebelum, saat, dan sesudah kejadian.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, banjir bandang adalah banjir besar yang datang dengan tiba-tiba dan mengalir deras menghanyutkan benda-benda besar (kayu dan sebagainya). Banjir bandang juga disebut juga dengan air bah.
Dilansir situs Kemdikbud, banjir bandang biasanya disebabkan oleh hujan lebat di suatu wilayah. Selain itu, hal-hal lain yang dapat menyebabkan banjir bandang adalah sebagai berikut.
- Membuang sampah sembarangan
- Penebangan hutan liar
- Adanya bangunan di daerah resapan air
- Jebolnya tanggul penampungan air
- Faktor tinggi rendahnya daratan
- Volume air yang besar.
Simak daftar mitigasi banjir bandang yang dapat dilakukan sebelum, saat, dan sesudah kejadian, seperti dikutip dari situs resmi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
– Sebelum kejadian
- Menata daerah aliran sungai dari hulu ke hilir secara terpadu sesuai dengan fungsi lahan.
- Membangun sistem pemantauan dan peringatan dini pada wilayah yang sering terkena banjir.
- Memasang pompa dan penghalang ombak untuk daerah yang lebih rendah dari permukaan laut.
- Jangan membangun rumah di bantaran sungai.
- Bersihkan lingkungan sekitar, terutama pada saluran air atau selokan dari sampah.
- Tentukan lokasi posko banjir yang tepat untuk pengungsi dan dilengkapi dengan fasilitas alat evakuasi, dapur umum, MCK, dan pasokan air bersih.
- Bentuklah tim penanggulangan banjir di tingkat warga.
- Amankan dokumen penting, seperti Akte Kelahiran, Kartu Keluarga, Buku Tabungan, Sertifikat dan Benda-benda berharga dari jangkauan air.
- Buatlah rencana penyelamatan dan komunikasi apabila banjir datang. Persiapkan ketersediaan air bersih, P3K, dan alat evakuasi standar.
– Saat kejadian
- Matikan listrik di dalam rumah dan hubungi petugas PLN untuk mematikan aliran listrik.
- Segera mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
- Mengungsi ke daerah yang lebih tinggi sedini mungkin. Apabila akan meninggalkan rumah, pastikan dalam keadaan terkunci dan aman.
- Jangan berjalan atau berkendara di aliran banjir untuk menghindari terseret arus.
– Setelah kejadian
- Segera bersihkan rumah dan halaman dari sisa air banjir, lumpur, dan sampah.
- Waspada terhadap kemungkinan binatang, seperti ular, lipan, tikus, kecoa, lalat, dan nyamuk yang ikut terbawa aliran banjir.
- Gunakan antiseptik untuk membunuh kuman kuman penyakit.
- Segera gunakan persediaan air bersih untuk mengurangi risiko diare karena penyakit ini paling sering menjangkit korban banjir.
- Usahakan selalu waspada apabila kemungkinan terjadi banjir susulan.
- Terus ikuti perkembangan informasi mengenai banjir dari media serta petugas di komunitas Anda.
(kny/imk)











