
Jakarta –
Ramai di media sosial video turis India yang sedang menggunakan Mini Cooper atau Mini Cabrio namun mengisi bahan bakarnya di lapak penjual bensin eceran.
Saat dikonfimasi oleh detikcom, kejadian tersebut terjadi di Canggu, Bali sekitar awal Maret 2024. Menurut pemilik akun TikTok firdauzeus, yang mengunggah video viral tersebut, ia tak mengetahui pasti mobil yang dikemudikan oleh turis tersebut dan lupa lokasi kejadiannya.
“Di Canggu, kejadiannya sebelum bulan puasa,” kata pemilik akun TikTok firdauzeus melalui pesan singkat, Sabtu (20/4/2024).
MINI Cooper S Cabrio 2021 Foto: Muhammad Hafizh Gemilang
|
Dari analisa detikOto, mobil tersebut merupakan Mini Carbio. Mobil tersebut menggunakan basis dari Mini Cooper 3-door namun dengan atap model convertible.
Dalam video tersebut, terlihat dua turis sedang duduk di dalam mobil sport tanpa kap. Mereka hendak membeli bahan bakar untuk mobilnya.
Terlihat dengan bahasa Inggris yang terbata-bata, pria penjaga warung kelontong itu pun menjelaskan bensin yang dia jual adalah jenis Pertamax dan reguler alias Pertalite.
“Reguler, reguler,” jawab turis India tersebut saat ditanya bensin apa yang hendak dibelinya.
“Really?,” kata penjaga warung tersebut. Setelah memastikan bensin apa yang hendak dibelinya, turis tersebut menjelaskan bahwa ia hendak membeli bensin tersebut seharga Rp 70 ribu.
Uniknya, turis India tersebut sempat kebingungan untuk membuka tutup tangki bensin dari Mini Carbio yang ia bawa. Selang beberapa saat, ia baru sadar bahwa tutup tangkinya dapat dibuka dengan langsung menekan dan mobil dalam keadaan tak terkunci.
Setelah tutup tangki bensinnya terbuka, penjaga warung tersebut langsung mengisi bahan bakar Mini Cabrio dengan bensin eceran. Namun tak menggunakan jerigen atau botol, warung penjual bensin eceran ini memiliki dispenser layaknya SPBU.
Bahaya Mengisi Bensin Eceran
Sebenarnya sah-sah saja mengisi kendaraan dengan bensin eceran, namun sebaiknya dijadikan opsi terakhir bila sepanjang jalan tidak ditemukan SPBU.
Sebab, bensin eceran kerap kali dijual dengan mekanisme penyimpanan bahan bakar yang tidak sesuai standar. Akibatnya, kotoran dari tempat penyimpanan bisa saja tercampur pada bensin tersebut.
Mengutip laman MyPertamina, bensin eceran memiliki sejumlah dampak buruk pada kendaraan kamu. Pasalnya, kualitas bensin eceran tidak diketahui dengan pasti.
Ada kemungkinan penurunan kualitas. Karena, umumnya bensin disimpan di botol kaca dan dipajang di pinggir jalan dan sangat rentan dengan paparan sinar matahari. Hal ini bisa membuat komposisi kimiawi berubah. Kualitasnya pun memburuk.
Penggunaan bahan bakar berkualitas buruk bisa berdampak buruk pula buat mesin. Mesin berpotensi berkerak lantaran adanya perubahan komposisi tersebut. Kerak umumnya timbul di beberapa bagian seperti klep, piston, hingga kepala silinder. Kerak-kerak itu bisa menyebabkan mesin ngelitik.
Jika kebiasaan mengisi bensin berkualitas rendah ini dilakukan secara terus-menerus, maka kotoran yang menumpuk juga dapat membuat pompa bensin rusak.
Simak Video “Heboh ODGJ Ngaku PNS Dishub Bandar Lampung Terlantar di Cilegon“
[Gambas:Video 20detik]
(mhg/riar)