
Jakarta –
Sate kere menjadi kuliner populer di Solo dan Yogyakarta. Berupa sate yang terbuat dari bahan-bahan murah. Ternyata, sudah ada sejak era penjajahan Belanda!
Jenis sate di Indonesia sangat beragam, biasanya berasal dari daging kambing atau ayam. Namun, ada juga jenis sate yang tak terbuat dari daging, yaitu sate kere.
Dilansir dari berbagai sumber, sate kere populer di Solo dan Yogyakarta. Biasanya ditawarkan di penjual kaki lima dengan harga yang sangat terjangkau.
Kere dalam bahasa Jawa berarti miskin. Ini menggambarkan bahwa sate tersebut menggunakan bahan-bahan yang murah, seperti jeroan, tetelan (koyor), tempe dan tempe gembus.
Mengulik sejarahnya, sate kere ternyata sudah ada sejak era penjajahan Belanda. Pada saat itu, masyarakat lokal kesulitan mendapatkan daging untuk membuat sate.
Akhirnya mereka memanfaat bahan yang ada untuk membuat sate. Oleh karena itu, banyak juga yang menyebut sate ini sebagai ‘satenya orang miskin’.
sate kere solo Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
|
Meskipun disajikan tanpa daging, sate kere tetap terasa lezat. Bumbunya memang minimalis, tapi siraman bumbu kacang yang membuat sate kere terasa lezat.
Mengutip laman resmi Pemkot Surakarta, sate kere ini merupakan budaya tanding yang dibuat orang terjajah terhadap sang penjajah. Penjajah yang kerap disebut kaum elite itu mampu menikmati daging karena kaya dan berkuasa, maka kaum miskin atau pribumi hanya bisa menikmati sisanya.
Kini sate kere dapat dinikmati oleh siapapun tak peduli statusnya. Di Solo dan Yogyakarta ada yang menawarkan kreasi sate kere yang lezat.
Sate Kere Yu Rebi yang telah berdiri sejak 1970-an itu menjadi salah satunya. Lokasinya ada di Jalan Kebangkitan Nasional, Laweyan, Solo.
Menunya ada sate babat, sate ginjal, sate kikil, sate tempe gembus, sate tempe dele, dan lainnya. Harga seporsi tanpa nasi atau lontong dibanderol Rp 20.000 – Rp 37.000.
![]() |
Kalau di Yogyakarta ada Sate Kere Mbah Suwarni yang berlokasi di area Pasar Beringharjo. Mbah Suwarni sudah berjualan sejak 1984 dengan menu sate koyor dan sate ginjal. Disajikan dengan lontong dan siraman bumbu kacang.
(yms/odi)