
Manchester –
Manchester United kalah dari Tottenham, terus terbenam di papan bawah Liga Inggris. Sang manajer Ruben Amorim berkeluh kesah, lagi dalam pekerjaan super sulit.
Manchester United dibekap tuan rumah Tottenham Hotspur 0-1 dalam lanjutan Liga Inggris, Minggu (16/2) malam WIB. Gol semat wayang dibukukan James Maddison di babak pertama.
Atas hasil itu, Manchester United belum juga bangkit dari papan bawah. MU masih terjebak di peringkat ke-15 Klasemen Liga Inggris sementara!
Manajer Ruben Amorim dalam sorotan tajam. Dari 14 laga Liga Inggris yang sudah diarunginya, Manchester United cuma empat kali menang sisanya dua kali imbang dan delapan kali kalah. Ya, lebih banyak kalahnya!
“Perbedaan besar hari ini adalah soal gol. Kami punya banyak peluang, tapi Tottenham yang kemudian bisa bikin gol dan kami tidak bisa melakukannya,” buka Amorim dilansir dari Mirror.
“Saya punya banyak masalah, pekerjaan saya di sini sangat sangat sulit. Akan tetapi, saya masih punya keyakinan,” sambungnya.
Ruben Amorim datang ke Manchester United jelang pertengahan musim, gantikan Erik ten Hag. Tiada waktu beradaptasi, Amorim dan para pemainnya harus langsung nyetel di tengah padatnya jadwal kompetisi.
Belum lagi, badai cedera datang menghantam. Amorim yang sedianya masih dalam proses transfer ide dan visi permainan ke timnya, jadi banyak halangan.
“Kami memulai dengan satu ide dan melakukan pendekatan setiap hari, namun setelahnya kami kehilangan pemain satu demi satu. Saya tidak bisa menerapkan cara bermain yang sama dengan Zirkzee seperti yang dilakukan Diallo,” papar Amorim.
“Terkadang, Bruno Fernandes harus merebut bola dalam proses membangun serangan, tetapi lain sisi dia harus bisa menekan lebih kuat dan itu sangat sulit,” tambahnya.
“Maka ketika saya terus-menerus mengubah permainan untuk membuat mereka bereaksi kepada lawan, situasinya makin sulit,” lanjutnya.
“Saya tidak khawatir kepada nasib saya sendiri. Saya hanya khawatir melihat klasemen dan mau membawa MU kembali menang,” tutup pria asal Portugal tersebut.
(aff/pur)