
Jakarta –
Manajemen waktu menjadi bagian penting dari tradisi mudik Lebaran. Banyak pemudik yang ingin cepat sampai di kampung halaman lalu mengesampingkan faktor kelelahan.
Kelelahan yang sangat biasanya mengundang rasa kantuk dan tak jarang kondisi ini memicu terjadinya kecelakaan. Tujuan awal berkumpul bersama keluarga, bisa menjadi petaka jika hal seperti ini diabaikan.
Praktisi kesehatan tidur, dr Daniel Thomas Suryadisastra, SpN, RPSGT mengatakan rasa kantuk, terlebih saat seseorang mengemudikan kendaraan memang seharusnya tidak dilawan. Menurutnya, mereka yang mengantuk sebaiknya menepi untuk beristirahat atau meminta orang lain untuk bergantian menyupir.
Menurut dr Daniel, seseorang biasanya tak ingin lama-lama berhenti saat mudik. Karenanya, dirinya membagikan teknik tidur singkat bernama power nap yang bisa membantu tubuh lebih bugar.
“Sebenarnya yang dibutuhkan waktu untuk tidur itu 7-8 jam ya. Tapi ada yang namanya teknik power nap, jadi dia beristirahat jangan terlalu lama cukup 30 menit saja. Jadi itu bukan untuk tidur panjang,” kata dr Daniel saat dihubungi detikcom, Selasa (18/3/2025).
“Bisa 10 sampai 20 menit dan biasanya itu cukup untuk bikin bugar. Untuk mengistirahatkan otak juga biar nggak stres,” sambungnya.
Untuk melakukan power nap, lanjut dr Daniel, seseorang harus mendapatkan tempat yang nyaman.
“Kadang-kadang power nap itu asal dia ada tempat untuk berbaring cukup lama, dan bisa meluruskan badan,” katanya.
Sebagai seorang praktisi kesehatan, dr Daniel mengimbau kepada para pemudik, terlebih yang ingin melakukan perjalanan jauh untuk benar-benar menjaga tubuh tetap fit sebelum berangkat.
“Paling penting ya tidur cukup berkualitas, hindari aktivitas fisik monoton dalam waktu lama, hindari alkohol sebelum mengemudi, hindari makanan yang mengandung lemak dan karbohidrat tinggi karena biasanya akan bikin cepat ngantuk,” tutupnya.
(dpy/up)