
Jakarta –
Meskipun usianya sudah 80 tahun, tetapi wanita ini masih semangat ikut lomba lari maraton. Rupanya ada menu andalannya yang ia santap pada pagi hari.
Di usia yang tidak muda lagi, banyak orang lebih memilih untuk istirahat. Namun, tidak sedikit juga yang tetap aktif berkegiatan, termasuk dalam bidang olahraga.
Seperti yang dilakukan oleh wanita bernama Mary Palmer. Di usianya yang sudah mencapai 80 tahun ia masih aktif secara fisik, bahkan ikut lari maraton.
Mary Palmer merupakan pensiunan guru yang berkeinginan lari maraton di Barcelona, Spanyol. Sebelum mengikuti kegiatan tersebut, pelari ini memiliki rutinitas latihan yang dibagi menjadi 3 tahap dalam sehari.
Mary Palmer, wanita 80 tahun yang ikut lari maraton. Foto: Instagram/@mjbpalmer
|
Ia memulai latihannya pukul 08.30 pagi untuk lari sejauh 26 mile atau sekitar 41 kilometer.
Wanita ini akan lari dengan kondisi perut kosong menuju taman terdekatnya dimana ia menyelesaikan 10 putaran lintasan sepanjang 1 km dan menaiki tangga.
Barulah setelah latihan fisik, ia menyantap sarapan sederhana. Menurut themirror.com (21/03/2025), Mary Palmer biasanya sarapan dengan roti spelt (yang terbuat dari tepung biji-bijian kuno mirip seperti gandum), dengan tambahan wijen, sedikit minyak zaitun, dan telur rebus setiap hari.
![]() |
Roti berbahan biji-bijian yang ditambah minyak zaitun ini merupakan makanan yang baik karena mengandung lemak sehat dan karbohidrat kompleks untuk menambah energi.
Sedangkan tambahan telur rebus di dalamnya mampu menambah protein dan otot untuk pemeliharaan dan pemulihan otot.
Selain itu, Mary Palmer juga suka menambahkan unsur lain ke dalam rutinitas hariannya.
![]() |
Ia mengungkap senang minum teh chamomile yang ditambah jahe dan kunyit. Minuman sehat lainnya yang ia sukai yaitu air lemon dengan tambahan sesendok madu.
Racikan minuman herbal ini bersifat anti-inflamasi karena kandungan kunyit dan jahe di dalamnya. Sedangkan air lemon menawarkan vitamin C dan madu memberikan dorongan energi.
Setelah sarapan nikmat, wanita itu akan menuju pantai untuk berlari kembali sejauh 5 km di sepanjang tepian pantai. Bahkan di usianya yang tidak muda lagi, wanita itu masih senang berenang di lautan untuk menyegarkan diri
Tahap terakhir dari latihan hariannya yaitu pulang dengan berlari dari pantai ke tempat tinggalnya.
“Saya harus mempersiapkan diri dengan baik. Ini tantangan besar, dan saya mengerahkan energi untuk memulihkannya supaya mampu bertahan sejauh 42 kilometer,” ujarnya.
Dari 27.000 peserta maraton, hanya segelintir yang berusia di atas 65 tahun. Hal ini pun menunjukkan komitmen Palmer yang luar biasa.
Ia tidak hanya menunjukkan pentingnya tetap aktif di usia tua, tetapi juga berbagi motivasi di balik upayanya ikut maraton.
Menurutnya sangat penting untuk terus bergerak, berolahraga, dan menjaga kesehatan. Rupanya tujuan wanita tua ini ikut maraton tidak hanya semata-mata karena kesehatan.
Mary Palmer ikut lari maraton untuk sekaligus menggalang dana proyek Shamrock 7 Students di Nepal. Hasilnya akan digunakan untuk mendukung pendidikan tujuh siswa Nepal tersebut.
(aqr/adr)