
Jakarta –
Gempa melanda Myanmar dan Thailand, dua negara itu luluh lantak akibat getarannya yang hebat. Beberapa negara mulai mengeluarkan travel warning.
Beberapa agen perjalanan di Hong Kong telah mempertimbangkan untuk membatalkan tur pada bulan April ke Thailand setelah gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter melanda Myanmar.
Getarannya sangat terasa di ibu kota Bangkok, dikutip dari South China Morning Post Sabtu (29/3)
Gempa bumi tersebut juga mengganggu perjalanan udara. Setidaknya enam penerbangan dari Hong Kong ke Bangkok ditunda pada hari Jumat, Dimsum Daily melaporkan.
Pihak berwenang Filipina telah menyarankan warga negara mereka di Thailand dan Myanmar untuk “tetap tenang dan waspada” dan untuk memantau sumber yang kredibel dan dapat diverifikasi untuk mendapatkan informasi terkini, Inquirer melaporkan.
Kantor Luar Negeri Inggris telah memperbarui panduan perjalanannya ke Thailand lewat situs resminya.
“Telah terjadi gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter di Myanmar, dengan getaran kuat dilaporkan di seluruh Thailand dan beberapa kerusakan dilaporkan terjadi pada bangunan-bangunan di Bangkok. Mungkin akan ada gempa susulan. Jika Anda berada di daerah tersebut atau berencana untuk bepergian ke sana, ikuti saran dari otoritas setempat atau operator tur Anda dan pantau media lokal.”
Tak hanya Inggris, Kanada juga memperbarui saran perjalanannya, mendesak warga di daerah yang terkena dampak untuk tetap mendapatkan informasi melalui media lokal dan mengikuti instruksi dari otoritas setempat, termasuk perintah evakuasi yang mungkin.
Banyak wisatawan asing di Bangkok terguncang saat gempa mengguncang kota. Mereka melihat bagaimana gedung-gedung tinggi bergoyang, dinding retak, dan menyebabkan air tumpah dari kolam renang di atap.
Otoritas Myanmar telah mengonfirmasi sedikitnya 144 kematian dan lebih dari 700 cedera. Di Thailand, sembilan kematian telah dilaporkan, termasuk delapan orang yang meninggal dalam keruntuhan gedung di Bangkok.
(bnl/bnl)