
Jakarta –
Sejumlah massa mulai berdatangan ke depan gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, untuk melakukan aksi penolakan pengesahan RUU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Mereka datang membawa sejumlah tuntutan.
Pantauan detikcom di lokasi pada Kamis (27/3), massa aksi mulai datang sejak pukul 15.20 WIB. Mereka menggunakan pakaian serba hitam dalam aksi yang digelar hari ini.
Setiba di lokasi, massa aksi terlihat menempel beberapa poster di pagar gedung DPR/MPR RI. Adapun poster tersebut berisikan kritik dan penolakan terhadap pengesahan RUU TNI.
Sejumlah massa berdatangan ke depan gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat untuk melakukan aksi penolakan pengesahan RUU TNI. (Kurniawan/detikcom) Foto: Sejumlah massa berdatangan ke depan gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat untuk melakukan aksi penolakan pengesahan RUU TNI. (Kurniawan/detikcom)
|
Ada poster bertulisan ‘DPR=Dewan Pengecewa Rakyat’, ‘Kembalikan TNI ke-Barak’, hingga ‘Kebebasan Anda Terancam Hari Ini’. Dalam tulisan tersebut tergambar juga foto dari para pimpinan DPR RI.
Selain itu, mereka membawa sejumlah artikel yang cetak kemudian ikut ditempelkan di beton-beton barier depan gedung DPR/MPR RI. Artikel yang ditempelkan ini memuat tulisan serta gambar karikatur hewan jenis Babi.
Sementara itu, arus lalu lintas di sekitar lokasi aksi masih normal. Belum terlihat adanya kemacetan atau pengalihan arus lalu lintas buntut aksi yang digelar.
Sebagai informasi, DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia atau RUU TNI menjadi undang-undang. Keputusan ini diambil dalam rapat paripurna yang dihadiri oleh sejumlah menteri.
Rapat terselenggara di ruang paripurna, gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (20/3). Rapat dipimpin oleh Ketua DPR RI Puan Maharani yang didampingi Wakil Ketua DPR yang lain, seperti Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, dan Adies Kadir.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wamenkeu Thomas Djiwandono, hingga Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi hadir dalam rapat paripurna. Puan kemudian mempersilakan Ketua Panja RUU TNI, Utut Adianto, menyampaikan laporan pembahasan RUU TNI.
Lihat juga Video ‘Demo Tolak RUU TNI, Massa Blokir Jalur Pantura Tuban’:
(wnv/wnv)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini