
Jakarta –
Menjelang libur Lebaran, aktivitas arus mudik mulai terasa. Keinginan untuk merayakan hari kemenangan bersama keluarga dan kerabat di kampung halaman, menjadi salah satu alasan orang-orang melakukan perjalanan mudik setiap tahun.
Kendati demikian, momen mudik seringkali disertai tantangan besar, yaitu kemacetan yang membuat perjalanan terasa melelahkan. Situasi tersebut tak jarang mendatangkan stres yang dapat memengaruhi suasana hati dan semangat saat berkumpul bersama keluarga.
Karenanya, penting untuk mengelola stres dengan baik agar perjalanan mudik berlangsung nyaman dan menyenangkan. Pertanyaannya, bagaimana cara mengatasi stres akibat macet saat perjalanan mudik?
Psikolog klinis dari Ohana Space, Veronica Adesla, MPsi, mengungkapkan ada sejumlah hal yang bisa dipersiapkan guna mencegah terjadinya stres saat perjalanan mudik. Pertama, mempersiapkan playlist berisi lagu-lagu untuk mengusir kejenuhan.
“Kalau misalnya punya Spotify kan lumayan. Bikin aja tuh playlistnya, nanti orang di dalam [mobil] kalau lagi bosan nih, nyanyi bareng. Atau kalau emang lagunya enak kan orang juga berguman sendiri,” ujarnya saat diwawancarai oleh detikcom, Selasa (25/3/2025).
Kedua, siapkan ransum atau snack untuk bekal di perjalanan. Menurut Veronica, camilan-camilan tersebut dapat membantu memecah kebosanan, menghilangkan stres, dan menambah keseruan perjalanan mudik.
“Ada makanan yang cukup untuk snacknya, jadi juga nggak kelaparan. Karena perut lapar juga masalah, perut lapar orang bisa marah-marah,” ucapnya.
Veronica menambahkan melakukan perjalanan mudik bersama orang yang suka bercanda atau bercerita juga dapat membantu memecah kebosanan dan mencegah stres.
“Terus di mobil, biasanya nih strateginya adalah kasih lah satu orang di dalam mobil itu orang yang suka joke, suka bercanda, suka cerita seru. Itu juga jadi nggak bosan sebenarnya,” imbuhnya.
Tak lupa, Veronica mengingatkan pemudik untuk beristirahat selama perjalanan untuk mencegah kelelahan dan meningkatnya stres.
“Kalau misalnya kita tahu macet, ya nanti di pemberhentian, di rest area ke berapa gitu ya, kita istirahat. Jadi harus diatur, kalau nggak itu benar-benar fisik yang kelelahan itu pasti akan membuat tingkat juga makin naik,” pungkasnya.
(ath/kna)