
Jakarta –
Lulu Hypermarket dikabarkan akan segera tutup gerai. Hal itu terlihat dari kosongnya rak-rak dagang di sejumlah gerai dan hanya menjual sisa-sisa produk yang ada.
Lantas, siapakah pemilik Lulu Hypermarket? Dia adalah Yusuff Ali (69), sang raja ritel asal Timur Tengah.
Dilansir dari Forbes, Rabu (2/4/2025), Yusuff Ali memimpin LuLu Retail dengan pendapatan US$ 7,3 miliar atau setara Rp 121,63 triliun (kurs Rp 16.662). Total sudah ada 240 hypermarket, supermarket dan pusat perbelanjaan yang berdiri dari Lulu Retail.
Kini Yusuff Ali memiliki kekayaan bersih US$ 5,6 miliar atau Rp 93,30 triliun. Kekayaan itu membawanya berada di posisi 616 orang terkaya di dunia dan termasuk 39 orang terkaya di India.
Awalnya Yusuff Ali membuka supermarket pertama Lulu Hypermarket di Abu Dhabi pada usia 34 tahun. Dalam bisnisnya itu ditawarkan berbagai macam produk mulai dari bahan makanan, hingga barang elektronik dengan harga yang kompetitif dan standar baru bagi ritel di wilayah tersebut.
Melalui bisnisnya itu, Yusuff Ali bertekad ingin melampaui bisnis grosir tradisional. Alasannya berbisnis di sektor tersebut karena adanya kesenjangan di pasar gerai ritel berkualitas yang melayani populasi ekspatriat yang terus bertambah di UEA.
Saat itu, gerai ritel berkualitas yang melayani ekspatriat di UEA memang belum banyak. Ia melihatnya sebagai peluang bisnis dan menawarkan sesuatu baru bagi masyarakat UEA, yaitu menjual produk beragam mulai dari bahan makanan hingga barang elektronik. Bahkan, produk yang dijualnya pun memiliki harga yang kompetitif.
Yusuff Ali mengatakan kesuksesan besar yang didapat itu tak lepas dari motivasi yang didapat dari dua tokoh penting dalam hidupnya. Pertama, Nabi Muhammad yang dinilai memberikan banyak inspirasi melalui sifat jujur dan keikhlasan dalam menjalankan usaha.
Selain Nabi Muhammad, inspirasi juga ia dapat dari Mahatma Gandhi yang menyatakan bahwa pelanggan adalah raja. Inspirasi itu membuatnya selalu berupaya untuk memenuhi selera pelanggan supaya mereka puas.
(kil/kil)