
Jakarta –
Kenyamanan menjadi faktor utama saat memilih pakaian, termasuk saat bepergian dengan pesawat. Legging biasanya menjadi pilihan karena tidak menghalangi pergerakan saat travelling.
Namun, sebaiknya legging tidak dipilih saat melakukan penerbangan. Ada fakor keselamatan yang harus dipertimbangkan traveller sehingga tidak memilih legging.
Kenapa Tidak Boleh Pakai Legging dalam Penerbangan?
Dalam keadaan darurat, legging menjadi benda berbahaya yang dikenakan penumpang. Mengutip laman New York Post, penulis buku tentang bencana udara paling misterius di dunia, Christine Negroni mengatakan, legging bisa berakibat fatal saat pesawat jatuh atau terjadi kebakaran dalam kabin.
Dalam kondisi tersebut, penumpang harus melarikan diri dan meninggalkan pesawat. Legging terbuat dari serat buatan yang mudah terbakar dan menempel pada tubuh saat terjadi kebakaran. Sehingga, Christine menyarankan untuk mengenakan pakaian katun atau apapun yang terbuat dari serat alami.
“Anda mungkin harus melarikan diri melalui kebakaran kabin atau mungkin ada kebakaran terpisah di darat begitu Anda meninggalkan pesawat. Semua orang mengenakan celana yoga di pesawat sekarang, tetapi saya menghindari semua serat buatan karena mereka lebih mungkin terbakar dan menempel pada Anda jika ada kebakaran,” kata Christine kepada The Sun.
Christine juga menyarankan untuk tidak melepas sepatu di pesawat. Menurutnya, penumpang harus selalu mengenakan sepatu setidaknya ketika lepas landas dan mendarat.
“Jika Anda keluar dari pesawat, lantainya bisa sangat panas atau dingin, mungkin tertutup minyak atau terbakar, atau di ladang jagung – Anda tidak akan mau bertelanjang kaki. Pilih sepatu kets dibandingkan dengan hak tinggi,” kata Christine.
Pakaian Lainnya yang Sebaiknya Dihindari saat Naik Pesawat
Selain legging, ada pakaian lain yang sebaiknya tidak digunakan ketika naik pesawat. Berikut di antaranya:
1. Skinny Jeans
Manajer Umum Situs Perjalanan Trip Savvy, Molly Fergus mengatakan bahwa lebih baik menghindari skinny jeans. Sebab, pakaian jeans ketat ini membatasi pergerakan.
Pakaian ketat bisa membuat penumpang merasa tidak nyaman dan perut kembung karena peningkatan tekanan udara. Direktur Institut for Altitude Medicine di Telluride, Colorado, gas di usus akan mengembang sekitar 30 persen saat ketinggian kabin mencapai 7.000 kaki.
“Kembung adalah masalah utama, bahkan untuk pramugari. Jadi kenakan sesuatu yang nyaman di pinggang Anda, seperti elastis,” kata Pramugari American Airlines, Andrea Fischbach.
Para ahli juga mengungkapkan bahwa penggunaan celana ketat di pesawat. Skinny jeans bisa meningkatkan risiko pembekuan darah, umumnya di bagian kaki. Kondisi tersebut dikenal dengan Deep Vein Thrombosis (DVT).
2. Celana Pendek
Mengutip laman Escape, pengguna Tik Tok bernama Tommy Cimato memperingatkan untuk tidak mengenakan celana pendek di pesawat. Traveller bisa memilih celana panjang yang menutup seluruh kulit kaki.
Celana panjang mencegah kulit kaki bersentuhan langsung dengan kursi pesawat, yang standar kebersihannya tidak diketahui. Celana panjang mencegah terjadinya infeksi atau gangguan kesehatan lain akibat bersentuhan langsung dengan alas duduk pesawat.
(elk/row)