
Jakarta –
Isuzu membawa mobil reinkarnasi dari pikap jaman dulu. Ya, desain kotak dan minim lekukan, namanya Dragon Max. Namun keunggulan mobil itu menjadi lebih modern.
Dengan konsep “Restomod”, mobil ini dimodifikasi dari kendaraan klasik yang telah direstorasi dan dimodifikasi, tak ketinggalan untuk mengusung konsep kekinian, sudah dibenamkan teknologi dan komponen modern.
Isuzu Dragon Max Foto: Isuzu Thailand
|
Isuzu Thailand menggunakan basis dari TFR tahun 1988. Sebuah model yang memakai banyak wajah di seluruh pasar global, tergantung di mana Anda tinggal, truk ini sudah diberi lencana sebagai Faster, Rodeo, Pickup, Invader, atau bahkan Honda Ippon. Model ini juga muncul di bawah papan nama Opel, Vauxhall, Holden, dan Chevrolet.
Aura Panther pikap juga masih terasa, hal ini terlihat dari bentuk body dan mukanya serba kotak.
Proses restomod TFR ini menggunakan warna abu-abu. Mayoritas bentuk body lawas masih dipertahankan.
Tampilan makin oke berkat suspensi yang dibuat lebih ceper, sehingga menampilkan kesan seperti truk drag.
Lampu depan dan lampu belakang lama diganti dengan lebih banyak unit LED. Area kaki-kaki terlihat nyetel dengan velg hitam 17 inci, ban Yokohama Advan Fleva profil 225/50. Tampilan sporty diperkuat dengan spoiler bak truk.
Masuk ke area dalam, dasbor bersudut dimodernisasi dengan kluster instrumen digital, layar sentuh infotainment bergaya potret, start stop system dan stopkontak USB.
![]() |
Fitur lainnya termasuk trim Alcantara, aksen serat karbon, jahitan kontras serta kursi baru dan roda kemudi yang dibungkus kulit dan suede.
Lewat modifikasi ini, Isuzu membangkitkan TFR sebagai legenda yang layak dibayangkan kembali untuk dunia modern.
Peningkatan yang paling signifikan adalah mekanis. Di jantung Dragon Max adalah mesin turbodiesel MaxForce 2.2-liter Isuzu, unit modern yang sama yang baru-baru ini pada D-Max dan Mu-X.
Mesin telah disetel untuk menghasilkan 217 hp (162 kW / 220 PS) dan torsi 550 Nm. Ada kenaikan 57 PS dan 150 Nm di atas spesifikasi standar, dan lebih dari dua kali lipat dibandingkan output TFR asli. Tenaga tersebut dikirim ke roda belakang melalui transmisi otomatis delapan kecepatan modern.
(riar/din)