
Jakarta –
Gelaran Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2024 menjadi festival budaya terbesar di Kalimantan Tengah. Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran yakin FBIM akan terus berinovasi jadi kekuatan pariwisata daerah.
FBIM dibuka secara resmi oleh Sugianto bersamaan dengan Festival Kuliner Nusantara Tahun 2024 di Halaman Gor Indoor Serbaguna Palangka Raya, Kalteng. Sugianto mengatakan, festival ini bukan hanya disuguhkan sebagai bentuk seremonial, tetapi akan menjadi kekuatan pariwisata daerah dengan tujuan mendongkrak perekonomian dan UMKM Kalteng.
“Pembukaan FBIM malam ini, jangan dimaknai sebagai suatu rangkaian seremonial belaka, tapi kita maknai sebagai kebangkitan sektor pariwisata dan budaya, serta kebangkitan ekonomi Kalimantan Tengah,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Selasa (21/5/2024).
Sugianto menambahkan, festival ini juga menjadi wadah untuk terus mempertahankan budaya serta kearifan lokal. Melalui FBIM, ia mengajak masyarakat Kalteng dari seluruh kalangan untuk terus melestarikan budaya, salah satu caranya adalah dengan diadakannya event budaya seperti ini.
“Bila kita tidak mampu mempertahankan budaya dan kearifan lokal, suatu saat kelak anak cucu kita hanya pernah mendengar cerita, hanya pernah membaca dari literatur-literatur, bahwa betapa kayanya Kalimantan Tengah akan khasanah budaya yang luar biasa,” tambahnya
Sebagai informasi, FBIM sendiri merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-67 Provinsi Kalimantan Tengah yang berisi berbagai pertunjukan dan pagelaran lomba seni dan budaya. Festival ini diselenggarakan mulai tanggal 18 Mei hingga 24 Mei 2024 sehingga masyarakat juga dapat menikmati festival kuliner yang telah disediakan.
Selain itu, dalam festival ini juga terdapat beberapa lomba dan kegiatan seperti karnaval budaya, lomba lagu daerah, sepak sawut, tari pesisir dan pedalaman, habayang, panginan sukup simpan, lawang sakepeng, mangenta, besei kambe,perahu hias, karungut, malamang, balogo, jukung tradisional, pemilihan jagau dan nyai pariwisata, manyipet, maneweng, manetek dan manyila kayu, serta mangaruhi.
(ega/ega)