
Jakarta –
Apa yang dipikirkan pelanggan ketika naik ke pesawat dan bersiap untuk terbang? Apakah hanya jadwal keberangkatan, kenyamanan kursi, atau layanan dalam penerbangan?
Namun, ada satu hal penting yang sangat menentukan keselamatan dan kelancaran perjalanan udara, yakni perawatan atau pemeliharaan pesawat. Pesawat udara memiliki standar perawatan ketat dan wajib yang harus dipenuhi sebelum, saat, dan setelah terbang.
Mengutip siaran resmi Lion Air Group, Selasa (1/4/2025), berikut empat poin perawatan pesawat:
1. Perawatan pesawat itu berjadwal, tidak asal periksa
Pesawat tidak hanya diperiksa jika ada masalah. Setiap armada memiliki jadwal pemeliharaan yang sudah ditentukan berdasarkan jam terbang, jumlah pendaratan (flight cycles), dan waktu operasional.
Perawatan ini dilakukan secara berkala dan terbagi dalam beberapa jenis, yaitu:
– Line Maintenance (pemeliharaan di bandara), pemeriksaan cepat di bandara sebelum atau setelah penerbangan, termasuk pengecekan bahan bakar, sistem hidrolik, rem, roda, serta avionik (instrumen penerbangan).
– Base Maintenance (pemeliharaan di hangar/pusat pemeliharaan), dilakukan di fasilitas seperti Batam Aero Technic (BAT) untuk inspeksi mendalam, penggantian suku cadang, atau perbaikan struktural.
2. Pemeriksaan sebelum penerbangan itu wajib dan tidak bisa dilewati
Setiap pesawat harus melewati beberapa lapisan pemeriksaan sebelum lepas landas, termasuk:
-Pre-Flight Check yakni pemeriksaan kondisi pesawat oleh teknisi sebelum keberangkatan
– Walk Around Check yakni pilot atau teknisi melakukan inspeksi visual di sekitar pesawat untuk memastikan tidak ada kebocoran atau kerusakan
– Cockpit Check yakni pilot mengecek semua sistem navigasi, komunikasi, dan kontrol pesawat sebelum mengudara. Jika ada indikasi gangguan teknis sekecil apa pun, pesawat tidak akan diberangkatkan sampai masalahnya benar-benar diperbaiki.
3. Ada teknisi standby di setiap bandara
Setiap kali pesawat sebelum lepas landas dan setelah mendarat di bandara tujuan, ada tim teknisi yang sudah bersiap melakukan pengecekan. Mereka memeriksa tekanan ban, kondisi mesin, sistem rem, dan bahan bakar untuk memastikan pesawat siap untuk penerbangan berikutnya.
Jika ada komponen yang perlu diganti, teknisi langsung menangani agar pesawat tetap dalam kondisi optimal.
4. Perawatan berkala yakni cek yang menyeluruh dan kompleks
Selain pemeriksaan harian, pesawat juga menjalani perawatan berkala yang lebih mendalam, antara lain:
– Daily Check yakni dilakukan setiap hari, mencakup inspeksi visual dan pengecekan sistem utama
– A-Check yakni dilakukan setiap 2-3 bulan sekali, melibatkan pengecekan sistem hidrolik, tekanan kabin, dan avionik
– C-Check yakni dilakukan setiap 1,5-2 tahun sekali, mencakup pembongkaran bagian pesawat untuk inspeksi mendalam
– D-Check yakni pemeriksaan besar yang dilakukan setiap 6-10 tahun sekali, melibatkan pembongkaran hampir seluruh bagian pesawat.
(msl/ddn)