
Jakarta –
Elon Musk dan sejumlah astronaut terlibat adu mulut yang cukup pelik. Bahkan sampai ada omongan bahwa bos Department of Government Efficiency (DOGE) itu berbohong kepada orang banyak.
Untuk memulainya, kamu harus tahu dulu latar cerita Sunita ‘Suni’ Williams dan Barry ‘Butch’ Wilmore yang terjebak di ruang angkasa. Misi delapan hari berubah menjadi diundur berbulan-bulan.
“Kami sebenarnya baik-baik saja. Anda tahu, kami punya makanan, kami punya pakaian. Kami punya anggota kru yang hebat di sini,” kata Willams kepada CNN dalam sebuah wawancara yang ditayangkan pada hari Jumat, 13 Februari 2025.
“Kami tidak merasa ditinggalkan. Kami tidak merasa terkungkung. Kami tidak merasa terdampar,” Wilmore menambahkan.
Wilmore menambahkan bahwa dia mengerti mengapa orang lain mungkin berpikir mereka seperti diabaikan. Akan tetapi, dia meyakinkan mereka datang dengan persiapan dan komitmen.
“Itulah program penerbangan luar angkasa manusia: Program ini mempersiapkan segala kemungkinan yang dapat kami bayangkan, dan kami mempersiapkannya,” tegasnya.
Tapi, baru-baru ini Musk dan Presiden AS Donald Trump menyebut astronaut-astronaut itu diabaikan oleh pemerintahan terdahulu yang dipimpin Joe Biden. Nah, dalam wawancara dengan Fox News, Musk memancing kekesalan astronaut ESA dan mantan komandan ISS Andreas Mogensen.
“Kami sedang mempercepat kembalinya para astronaut, yang ditunda hingga tingkat yang tidak masuk akal,” kata Musk dalam wawancara tersebut. Bos SpaceX itu bahkan mengatakan para astronaut ditinggal karena alasan politik.
“Benar-benar bohong, dan dari seseorang yang mengeluh tentang kurangnya kejujuran dari media arus utama,” Mogensen kesal.
Tak diam, Musk merespon, namun dengan kata-kata yang dinilai keterlaluan.
“Anda benar-benar terbelakang. SpaceX bisa saja mengembalikannya beberapa bulan lalu. SAYA MENAWARKAN INI SECARA LANGSUNG kepada pemerintahan Biden dan mereka menolaknya. Pengembaliannya ditunda karena alasan politik. Idi*t,” makinya.
“Elon, saya sudah lama mengagumi Anda dan apa yang telah Anda capai, terutama di SpaceX dan Tesla,” jawab Mogensen.
“Anda tahu sama seperti saya, bahwa Butch dan Suni akan kembali dengan Crew-9, seperti yang telah direncanakan sejak September lalu. Bahkan sekarang, Anda tidak akan mengirimkan kapal penyelamat untuk membawa mereka pulang. Mereka akan kembali dengan kapsul Dragon yang telah berada di ISS sejak September lalu,” sambungnya.
Sementara Mogensen menyampaikan pendapatnya, astronaut terdahulu NASA Scott dan Mark Kelly juga membelanya.
“Saya adalah Komandan @ISS ketika Andy, @Astro_Andreas menerbangkan misi luar angkasa pertamanya. Dia adalah salah satu orang paling kompeten, dapat dipercaya, dan jujur yang pernah saya temui,” jawab Scott Kelly. Dia mengatakan bahwa tidak sepantasnya Mogensen disebut dengan kata-kata seperti itu.
“Ya, memang. Dia idi*t yang menyerang saya di depan umum, meskipun tidak tahu apa yang SEBENARNYA terjadi. Ngomong-ngomong, saudaramu mengaku independen, tetapi sebenarnya dia hanya pendonor Demokrat,” Musk membalas.
Setelah itu, saudara Scott Kelly dan sesama astronaut Senator Mark Kelly mengundang Musk untuk mengobrol lebih jauh di luar angkasa.
“Hai @ElonMusk, kalau Anda akhirnya punya keberanian untuk naik ke roket, ngobrol sama kami bertiga, yuk,” tawarnya.
SpaceX milik Musk telah ditugaskan untuk mengembangkan dan membangun wahana deorbit yang akan digunakan untuk membawa ISS turun ke Bumi dengan aman. Tidak jelas apakah memajukan jangka waktu deorbit akan menyebabkan peningkatan biaya (dan ini adalah sesuatu yang harus diselidiki oleh DOGE yang dikelola Musk).
Rencana saat ini adalah untuk mendeorbit stasiun luar angkasa yang sudah tua itu pada tahun 2030. Tanpa pengganti, para astronaut di stasiun luar angkasa Tiangong milik China akan menjadi satu-satunya kehadiran permanen umat manusia di luar angkasa.
Masih harus dilihat apakah rencana deorbit ISS akan dimajukan seperti yang diinginkan Musk, jika Trump juga ikut serta. Keputusan seperti itu dapat menimbulkan masalah dengan mitra di seluruh dunia. Sebab, seperti kita ketahui, ISS merupakan kolaborasi internasional.
(ask/fay)