
Jakarta –
PT Kereta Api Indonesia (KAI) memprediksi puncak arus mudik penumpang kereta api terjadi pada H-3 lebaran. KAI mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang itu dengan menambah perjalanan.
“KAI memprediksi puncak kepadatan arus mudik dengan kereta api akan terjadi pada 28 Maret, yang merupakan H-3 Lebaran, sedangkan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 6 April atau H+5 Lebaran,” kata Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo dilansir Antara, Kamis (27/2/2025).
Untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang itu, KAI melakukan antisipasi dengan tambahan kereta api. PT KAI menyediakan 54 kereta api tambahan.
“Ada tambahan 54 lagi, ini betul-betul untuk mengantisipasi kalau ada penambahan dari masyarakat yang ingin naik kereta api di masa angkutan Lebaran,” ujarnya.
Ia mengatakan masa angkutan Lebaran 2025 akan berlangsung selama 22 hari, mulai 21 Maret hingga 11 April 2025. Selama periode tersebut, akan dioperasionalkan total 9.572 perjalanan kereta api reguler dan tambahan.
Total kapasitas yang tersedia 4.568.838 tempat duduk, yang terdiri atas KA jarak jauh, KA lokal dan KA wisata.
Dari 4.568.838 kapasitas yang tersedia, sebagian di antaranya merupakan tempat duduk yang tersedia untuk KA lokal.
Pemesanan untuk KA lokal baru dimulai H-30, sedangkan beberapa KA lainnya ada yang baru dapat diakses H-7 sebelum keberangkatan.
Berdasarkan data KAI per Selasa (25/2), total tiket yang sudah terjual mencapai 1.279.341.
(fem/fem)