Rabu, Juli 1

Jakarta

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menegaskan bahwa mereka tidak memiliki hubungan apa pun dengan situs Prudential.com, yang sebelumnya disebut oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebagai salah satu Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat yang belum mendaftar dan memperbarui data.

“Kami klarifikasi bahwa situs Prudential.com tidak memiliki hubungan dengan perusahaan kami, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) dan PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah),” ujar pihak Prudential Indonesia dalam pernyataan resmi yang diterima detikINET, Rabu (4/6/2025).

“Situs Prudential.com adalah situs milik perusahaan Prudential Financial Inc. yang merupakan perusahaan asuransi jiwa berbasis di Amerika Serikat,” tegasnya.


Pihak Prudential Indonesia menjelaskan bahwa mereka, bersama dengan Prudential Syariah, merupakan bagian dari grup Prudential Plc yang berbasis di Hong Kong. Grup ini bergerak di bidang asuransi jiwa dan kesehatan, serta manajemen aset, dengan fokus di wilayah Asia dan Afrika.

Untuk menghindari kesalahpahaman, perusahaan turut menyertakan daftar situs resmi mereka, yaitu:

  • Prudential Indonesia: www.prudential.co.id
  • Prudential Syariah: www.prudentialsyariah.co.id
  • Grup Prudential plc: www.prudentialplc.com

“Dapat kami konfirmasi bahwa Prudential Indonesia dan Prudential Syariah selalu mengikuti dan mematuhi semua peraturan dan hukum yang berlaku,” pungkas pihak Prudential Indonesia.

Sebelumnya, Menkomdigi Meutya Hafid memperingatkan 36 PSE Lingkup Privat untuk segera menyelesaikan proses pendaftaran dan pemutakhiran data agar tidak terkena sanksi pemblokiran.

“Mengingatkan mereka untuk segera mendaftar kembali,” ujar Meutya kepada wartawan di BPPT Tapos, Depok, Rabu (4/6/2025).

Komdigi mengelompokkan 36 PSE tersebut menjadi dua kategori:
• 23 PSE yang belum terdaftar meski telah beroperasi dan menargetkan pasar Indonesia
• 13 PSE yang belum memperbarui data pendaftaran mereka

Dalam daftar tersebut juga terdapat nama-nama besar seperti Apple dan Google. Namun hingga kini, Menkomdigi menyatakan belum menerima pembaruan terbaru mengenai status kepatuhan para penyelenggara tersebut.

“Itu nanti ke Dirjen Pengawasan Ruang Digital karena sifatnya sangat teknis. Saya tidak tahu satu per satu mana yang sudah melakukan updating,” jelas Meutya.

Sebagai informasi, daftar 36 PSE yang diperingatkan itu berasal dari berbagai sektor industri digital. Pemerintah berharap langkah ini dapat meningkatkan kepatuhan dan keandalan data dalam ruang digital Indonesia.

Berikut daftarnya:

Daftar PSE Privat Terancam Diblokir Komdigi

No Sistem Eletronik Nama Perusahaan Keterangan
1. yamaha.com PT Yamaha Musik Indonesia Distributor Belum Terdaftar
2. mncgroup.com PT MNC Asia Holding Tbk Belum Terdaftar
3. philips.com PT Philips Indonesia Commercia Belum Terdaftar
4. ea.com Electronics Arts Inc Belum Terdaftar
5. hp.com HP Inc Belum Terdaftar
6. mrdly.com PT Daya Intiguna Yasa Tbk Belum Terdaftar
7. indofood.com PT Indofood Sukses Makmur Tbk Belum Terdaftar
8. bathandbodyworks.co.id PT Dunia Luxindo Belum Terdaftar
9. unilever.com dan unilever.id PT Unilever Indonesia, Tbk Belum Terdaftar
10. order.kfcku.co.id dan aplikasi KFCku PT Fast Food Indonesia Tbk Belum Terdaftar
11. max.com dan aplikasi Max WarnerMedia Global Digital Services LLC Belum Terdaftar
12. ebay.com dan aplikasi eBay ebay,inc Belum Terdaftar
13. Asus.com dan aplikasi MyAsus AsusTek Computer Inc Belum Terdaftar
14. msi.com, id.msi.com dan aplikasi MyMSI Micro-Star International Co, LTD Belum Terdaftar
15. Nike.com dan aplikasi Nike Nike, Inc Belum Terdaftar
16. xbox.com dan aplikasi Xbox Microsoft Corporation Belum Terdaftar
17. byd.com dan Aplikasi BYD BYD Company Limited, PT BYD Motor Indonesia (Indonesia) Belum Terdaftar
18. emirates.com dan aplikasi Emirates The Emirates Group Belum Terdaftar
19. id.jbl.com dan jblstore.co.id Harman International Industries Inc Belum Terdaftar
20. klm.com dan aplikasi KLM KLM Royal Dutch Airlines Belum Terdaftar
21. cathaypacific.com dan aplikasi Cathay Pacific Cathay Pacific Airways Limited Belum Terdaftar
22. dhl.com, dhlexpresscommerce.com, mydhl.express.dhl dan aplikasi DHL Express Mobile DHL Group Belum Terdaftar
23. lenovo.com dan aplikasi Lenovo PT Lenovo Indonesia Belum Terdaftar
24. Lazada.com dan aplikasi Lazada Ecart Webportal Indonesia Perlu Pembaruan Data
25. Aplikasi McDonalds Rekso Nasional Food Perlu Pembaruan Data
26. Zurich.com Zuric LiveWell Services and Solutions Ltd / Zuric Asuransi Indonesia Zurich Topas Life. Perlu Pembaruan Data
27. ads.google.com Google Indonesia Perlu Pembaruan Data
28. play.google.com Google Indonesia Perlu Pembaruan Data
29. traveloka.com dan aplikasi Traveloka Traveloka Indonesia Perlu Pembaruan Data
30. Aplikasi MyJNE Tiki Jalur Nugraha Ekakurir Perlu Pembaruan Data
31. apple.com Apple Ditribution International Limited Perlu Pembaruan Data
32. garmin.com Garmin Indonesia Distribution Perlu Pembaruan Data
33. Leagueoflegends.com dan aplikasi-aplikasi dari Riot RIOT Games Services PTE LTD Perlu Pembaruan Data
34. epicsgames.com Epic Games International S.A.R.I, Bertrance, ROOT Branch/ Epic Games Entertainment International GMBH/ Epic Games Commerce GMBH Perlu Pembaruan Data
35. prudential.com PT Prudential Life Assurance Perlu Pembaruan Data
36. kai.id Perusahaan Perseroan (Persero) PT Kereta Api Indonesia Perlu Pembaruan Data

(afr/afr)

Share.
Exit mobile version