
Jakarta –
Sejumlah pendaki dikabarkan kerasukan saat mendaki Gunung Lawu via jalur Candi Cetho. Mereka ditangani di basecamp Pos Candi Cetho. Peristiwa yang menghebohkan para pendaki itu juga sempat viral di media sosial.
Kejadian itu sempat diunggah akun Tiktok @lawu.via.cetho. Dalam video yang diunggah memperlihatkan sejumlah orang tengah mendapatkan pertolongan di basecamp Pos Candi Cetho karena diduga kesurupan. Potongan video itu juga memperlihatkan kondisi Pos 2 jalur Candi Cetho yang penuh dengan sampah.
“Gunung bukan tempat sembarangan yang bisa kalian jadikan tempat sampah bagi para pendaki yang tidak mau mengalami kejadian yg seperti di video tersebut tolong dengan sangat bawa turun lagi sampahmu atau luluhur lawu yang akan menyiksamu. Bagi mas2 dan mbk2 yg ada di video tersebut mohon maaf kami bukan meyalahkan ini untuk pembelajaran. kami tujukan bagi seluruh pendaki yang melakukan pendakian ke lawu via cetho agar menaati peraturan yg sudah ada dan terutama sampah TRIMAKASIHA,” tulis dalam caption postingan tersebut seperti yang dilihat detikJateng, Rabu (26/2/2025).
@lawu.via.cetho UDUKASI Gunung bukan tempat sembarangan yang bisa kalian jadikan tempat sampah bagi para pendaki yang tidak mau mengalami kejadian yg seperti di video tersebut tolong dengan sangat bawa turun lagi sampahmu atau luluhur lawu yang akan menyiksamu Bagi mas2 dan mbk2 yg ada di video tersebut mohon maaf kami bukan meyalahkan ini untuk pembelajaran. kami tujukan bagi seluruh pendaki yang melakukan pendakian ke lawu via cetho agar menaati peraturan yg sudah ada dan terutama sampah TRIMAKASIH🙏🏻 #fypシ゚ #lawuviacetho #fyppppppppppppppppppppppp #tiktokviral #lawumountain #fypage #fy #karanganyar24jam ♬ Kidung Kepangku Kapang – Accapella – Sindy Purbawati
Kronologi
Anggota Relawan Candi Cetho, Eko Supardi (33) mengatakan rombongan pendaki ini berjumlah lebih dari 10 orang. Mereka naik ke Gunung Lawu via Candi Cetho pada Kamis (20/2) sore. Sesampainya di puncak, satu orang mengalami kesurupan.
“Satu orang kesurupan sempat ditangani di warung sana, sembuh lalu turun. Lalu sampai gapura jalur via Cetho ada satu orang diam saja, sampai bawah semua kena,” kata Eko saat dihubungi awak media, Rabu (25/2/2025).
“Kejadian hari Sabtu sekitar jam 17.30 WIB. Ada satu rombongan pendaki mengalami kesurupan massal, ada 6 orang,” sambungnya.
Eko bersama tiga orang temannya, mencoba menolong para pendaki yang mengalami kesurupan. Mereka melakukan ritual agar pendaki yang kesurupan sembuh.
Dia meyakini kejadian itu terkait dengan perilaku para pendaki selama berada di gunung. Salah satunya lantaran membuang sampah sembarangan.
“Mungkin sampah yang menumpuk begitu banyak. Di pos 2 itu agak kuat dari segi mistisnya, di situ ada pohon besar, beberapa kejadian pasti di situ,” dia menjelaskan.
Para pendaki yang kesurupan ditangani sekira satu jam. Lalu, satu per satu pendaki kembali sadar. Setelah sadar, rombongan pendaki itu istirahat sejenak, kemudian pulang.
“Saya sempat bakar dupa, mohon maaf. Entah kesalahan dia atau pendaki lain kita tidak tahu,” kata dia.
Eko mengungkapkan alasannya mengunggah kejadian itu ke media sosial. Agar pendaki lain bisa sama-sama menjaga Gunung Lawu.
“Saya unggah ke TikTok untuk pelajaran bagi teman pendaki. Kalau kita bertamu harus sopan dan menjaga tempat di situ,” ujar dia.
***
Artikel ini sudah lebih dulu tayang du detikJateng. Selengkapnya klin di detikjateng
(sym/fem)