Kamis, Februari 27


Jakarta

Bulan suci ramadan pasti akan disambut meriah di berbagai negara. Selain memperbanyak beribadah, negara-negara ini memiliki tradisi unik dan biasanya hanya dilakukan saat bulan puasa.

Dihimpun detikTravel, Rabu (26/2/2025), tradisi ini bisa dibilang hanya terjadi satu tahun sekali. Setiap negara akan menandai bulan diturunkannya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW pada 610 Masehi dengan berbagai kegiatan.

Berbagai tradisi ini cukup menarik, mulai dari ritual mandi di Indonesia hingga menyalakan lampion di Mesir. Berikut berbagai tradisi menarik yang biasa dilakukan saat Ramadan dari berbagai negara:


1. Ziarah kubur dan ritual padusan di Indonesia

Padusan adalah budaya jelang Ramadan yang bisa ditemukan di Indonesia. Padusan menukil laman GPI, merupakan ritual mandi yang dilakukan umat Islam dengan niat menyucikan jiwa dan raga.

Mereka akan mandi bersama-sama di kolam-kolam alami di daerahnya masing-masing. Kolam alami ini bisa juga dibilang sebagai sungai dengan mata air yang masih jernih.


2. Lentera warna-warni di Mesir

Setiap tahun, warga Mesir menyambut Ramadan dengan fanous – lentera warna-warni yang melambangkan persatuan dan kegembiraan sepanjang bulan suci. Meskipun tradisi ini lebih bersifat budaya daripada agama, tradisi ini erat kaitannya dengan bulan suci Ramadan, dan memiliki makna spiritual.

Asal-usul ceritanya memang berbeda-beda. Tapi ada satu cerita menyebutkan tanggal kelahiran fanous pada suatu malam selama Dinasti Fatimiyah, ketika orang Mesir menyapa Kekhalifahan Al-Muʿizz li-Dīn Allah saat dia tiba di Kairo pada hari pertama Ramadan.

Untuk menyediakan pintu masuk yang terang bagi imam, pejabat militer memerintahkan penduduk setempat memegang lilin di jalan-jalan yang gelap, melindunginya dalam bingkai kayu agar tidak meledak. Seiring waktu, struktur kayu ini muncul menjadi lentera berpola, dan sekarang ditampilkan di seluruh negeri, menyebarkan cahaya selama bulan suci.

3. Berbagi permen dan coklat di Kuwait

Di Kuwait, ada perayaan tiga hari di tengah Ramadan. Saat perayaan ini digelar, anak-anak akan mengetuk pintu rumah tetangga dan bernyanyi demi permen dan coklat. Tradisi ini disebut Qarqia’an .

Selain itu, di Kuwait, terdapat juga hari istimewa yang disebut Al-Kareesh. Kegiatan ini biasanya dilakukan hari terakhir sebelum Ramadan. Seluruh keluarga berkumpul untuk makan siang sebelum mulai berpuasa.

4. Mengamati bulan sebagai tanda lebaran di Afrika Selatan

Muslim dari seluruh Afrika Selatan pergi ke acara di Cape Town – yang disebut Ibu Kota Afrika Selatan – untuk mencari bulan baru jelang akhir Ramadan.

Tapi hanya para maan kykers atau pengamat bulan, yang ditunjuk oleh Dewan Peradilan Muslim Afrika Selatan, yang dapat menyatakan penampakan secara resmi.

Mereka akan berdiri di sepanjang pantai di Sea Point Promenade, di Three Anchor Bay, atau di puncak Signal Hill, untuk memberi tahu komunitas Muslim bahwa lebaran sudah dekat.

Bulan harus terlihat dengan mata telanjang, pemandangan ini bukan cuma unik tapi benar-benar indah.

5. Tembakan meriam setiap buka puasa di Lebanon

Tembakan meriam mungkin terdengar mengerikan dan mengganggu. Tapi, hal ini justru menjadi salah satu tradisi yang ditunggu-tunggu saat Ramadan, terutama di Lebanon.

Di beberapa negara Timur Tengah, meriam ditembakkan setiap hari selama bulan Ramadan untuk menandai berakhirnya puasa hari itu. Menukil The Culture Trip, tradisi ini juga dikenal sebagai midfa al iftar.

Konon tembakan meriam ini dimulai di Mesir lebih dari 200 tahun lalu, ketika negara tersebut diperintah oleh penguasa Ottoman Khosh Qadam.

Kala itu, menguji meriam baru saat matahari terbenam, Qadam sebenarnya tengah menguji meriam baru yang dimiliki negara itu. Tapi, secara tidak sengaja menembakannya, warga sipil kemudian berasumsi bahwa ini adalah cara baru untuk menandakan akhir puasa.

Banyak yang berterima kasih atas inovasinya, dan putrinya, Haja Fatma, mendesaknya untuk menjadikan ini sebagai tradisi. Praktik ini menyebar ke banyak negara di Timur Tengah termasuk Lebanon, di mana meriam digunakan oleh Ottoman untuk menandai buka puasa di seluruh negeri.

6. Pengumuman sahur dari para drummer di Turki dan Maroko

Sejak zaman Kesultanan Utsmaniyah, orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadan akan terbangun oleh suara genderang yang ditabuh di pagi hari menjelang sahur. Meskipun saat ini jam alarm sudah bermunculan, tapi tradisi ini tetap lestari.

Lebih dari 2.000 penabuh genderang masih berkeliaran di jalanan Turki. Penabuh drum ini akan mengenakan kostum tradisional Ottoman, termasuk fez dan rompi yang dihiasi dengan motif tradisional.

Saat mereka berkeliling dengan davul (gendang Turki berkepala dua), para penabuh mengandalkan kemurahan hati warga untuk memberi mereka tip (bahşiş) atau bahkan mengundang mereka untuk berbagi makanan sahur.

7. Chaand raat di Pakistan

Di Pakistan, tradisi Chaand Raat dilakukan oleh wanita untuk menyambut Idul Fitri. Setelah hilal terlihat, menandakan berakhirnya Ramadan, wanita akan pergi ke pasar untuk membeli perhiasan dan menghiasi tangan serta kaki mereka dengan henna.

Pasar-pasar akan tetap buka hingga larut malam, menciptakan suasana meriah menjelang hari raya.

8. Seheriwalas di India

Di India, khususnya di Delhi, terdapat tradisi Seheriwalas di mana umat Muslim berjalan keliling kota pada pagi hari sebelum sahur, meneriakkan nama Allah dan Nabi, serta mengetuk pintu rumah untuk membangunkan orang-orang agar bersiap sahur. Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun dan menjadi bagian dari budaya lokal.

9. Garangao di Qatar

Di Qatar, tradisi Garangao dilakukan pada malam ke-15 Ramadan. Anak-anak mengenakan pakaian tradisional dan berkeliling dari rumah ke rumah sambil bernyanyi dan mengumpulkan permen. Tradisi ini menjadi simbol kegembiraan dan solidaritas komunitas selama bulan suci.

10. Kanon Ramadan di Uni Emirat Arab

Di Uni Emirat Arab, tradisi menembakkan meriam untuk menandai waktu berbuka puasa setiap hari dikenal dengan sebutan “Kanon Ramadan.” Tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad ini menjadi salah satu cara untuk mengumumkan datangnya waktu berbuka puasa yang dinantikan oleh umat Muslim.

11. Bazar Ramadan di Malaysia

Di Malaysia, bazar Ramadan merupakan tradisi yang sangat ditunggu-tunggu. Bazar ini menyajikan beragam pilihan makanan, mulai dari hidangan tradisional hingga jajanan kaki lima yang populer. Selain sebagai tempat berbuka puasa, bazar Ramadan juga menjadi ajang bagi komunitas untuk berkumpul, berbagi, dan menikmati kebersamaan.

12. Tedarus di Brunei Darussalam

Di Brunei, tradisi tedarus sangat populer selama bulan Ramadan. Kegiatan ini melibatkan kunjungan ke masjid atau rumah tetangga untuk membaca Al-Quran secara bersama-sama.

Selain meningkatkan pemahaman terhadap Al-Quran, tradisi ini juga mempererat hubungan antar anggota komunitas.

13. Qatayef di Yaman

Di Yaman, tradisi pembuatan kue khas Ramadan yang disebut Qatayef menjadi bagian penting dari perayaan bulan suci ini. Kue ini diisi dengan kacang atau keju, kemudian digoreng atau dipanggang. Qatayef biasanya disajikan saat berbuka puasa, dinikmati bersama keluarga dan teman-teman.

Setiap tradisi yang ada selama bulan Ramadan mencerminkan kekayaan budaya umat Muslim di berbagai negara. Masing-masing negara memiliki cara yang unik dalam merayakan dan menghidupkan bulan suci ini, sesuai dengan budaya dan nilai-nilai lokal mereka.

14. Kuliner khas Rusia

Rusia adalah salah satu negara dengan durasi puasa yang lama. Biasanya pada bulan ramadan muslim Rusia akan berkumpul di masjid untuk berbuka bersama.

Mereka akan mengonsumsi makanan khas Rusia, seperti khingalsh (roti yang berisi keju) dan galnash (roti yang terbuat dari gandum).

15. Permainan mheibas di Irak

Di Irak ada semacam permainan yang sering dijumpai saat bulan ramadan, ialah mheibas. Mheibas merupakan permainan tradisional.

Permainan mheibas terdiri 21 pemain dalam satu tim, yang berarti ada 42 tangan dalam tim untuk dipilih. Ketika sebuah tim mencetak 21 poin lebih dahulu, maka tim tersebut dikeluar sebagai pemenangnya.

(msl/fem)

Membagikan
Exit mobile version