Sabtu, April 5


Jakarta

Anggota TNI mengamankan sejumlah granat dan peluru di lokasi pengungsian erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Warga tak sengaja menemukannya.

Komandan Korem (Danrem) 161/Wira Sakti Kupang, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes mengatakan bahwa barang yang diduga masih aktif itu merupakan alat yang digunakan pada saat Perang Dunia II meletus.

“Ya diperkirakan muhandak (amunisi bahan peledak) itu digunakan pada saat masa Perang Dunia II,” kata Nunes, dikutip dari detikBali Selasa (1/4/2025).


“Ada granat tangan jenis Inert WWII Tipe 97 asli buatan Jepang dengan sekring dan tali tarik sebanyak 16 buah. Kemudian, amunisi kaliber 6,5 MM sebanyak 393 buah yang digunakan untuk senjata Arisaka Type 38 atau senjata rim semi Jepang pada masa Perang Dunia II,” urai dia.

Nunes mengatakan bahwa barang-barang berbahaya itu ditemukan oleh tiga warga dari Dusun Bawalatang, Desa Nawakote, Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur. Mereka bernama Ignasius Ribu Futa (41), Ferdinandus Kolon Tobi (25), dan Kamilus Gula Muda (43).

“Ditemukan di kedalaman tanah sekitar 50 sentimeter (cm) saat warga menggali lubang septic tank. Saat ini, muhandak diamankan di Posko Huntara sambil menunggu petunjuk berikutnya,” ujar Nunes.

Penemuan granat dan amunisi ini membuat gempar warga. Meski demikian, setelah diserahkan oleh polisi ke TNI para warga mengerubungi lokasi temuan itu dan tidak menunjukkan rasa takut.

“Granat dan amunisi tersebut kemudian diamankan dan dihitung jumlahnya granat 16 buah dan amunisi sebanyak 393 buah,” ujar Kasubsi Pengolahan Informasi dan Dokumentasi (PIDM) Seksi Humas Polres Flotim, Iptu Anwar Sanusi.

(msl/fem)

Membagikan
Exit mobile version