
Jakarta –
Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru akan ditutup lagi di akhir bulan Maret mendatang. Pengelola menutupnya karena bertepatan dengan hari raya Nyepi dan Idul Fitri.
Jadi tidak hanya pendakian ke Gunung Semeru yang terkena imbas penutupan ini. Namun, traveler yang ingin berlibur ke kawasan Gunung Bromo juga akan terdampak kebijakan ini.
“Dalam rangka menghormati Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947/2025 Masehi dan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, maka kegiatan kunjungan wisata di seluruh Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ditutup secara total mulai Jumat tanggal 28 Maret 2025 pukul 00.01 WIB sampai dengan Selasa tanggal 1 April 2025 pukul 23.59 WIB,” kata Balai TNBTS dikutip dari Instagram resminya, Senin (24/2/2025).
“Kunjungan wisata kembali dibuka pada tanggal 2 April 2025 pukul 00.01 WIB,” imbuh mereka.
[Gambas:Instagram]
Pihak balai mengatakan bahwa penutupan total ini juga akan berdampak pada pengelola destinasi wisata di dalam kawasan TNBTS. Seperti diketahui bahwa, kawasan Bromo sangat kaya akan destinasi wisata dan ada begitu banyak orang yang bergantung padanya.
“Demikian pengumuman ini disampaikan kepada masyarakat, pengunjung, pelaku jasa wisata dan pihak-pihak terkait untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” katanya.
Pendakian Gunung Semeru ditutup tanpa batas waktu
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali memperpanjang penutupan jalur pendakian di Gunung Semeru. Penutupan itu hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha di Kota Malang, Jawa Timur, mengatakan, penutupan jalur pendakian tersebut berdasarkan hasil tindak lanjut imbauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dam Geofisika (BMKG) terkait kondisi cuaca ekstrem.
“Kami mencermati kondisi cuaca dan mempertimbangkan imbauan BMKG terkait cuaca ekstrim selama Februari 2025, maka penutupan jalur pendakian Gunung Semeru diperpanjang hingga waktu yang belum ditentukan,” kata Rudijanta.
Keputusan memperpanjang masa penutupan jalur pendakian di Gunung Semeru tertuang di dalam Surat Pengumuman Nomor PG.4/T.8/TU/KSA.5.1/B/02/2025 yang diterbitkan oleh Balai Besar TNBTS pada Selasa (4/2).
“Kami juga mempertimbangkan (hasil) evaluasi pengelolaan pendakian Gunung Semeru,” ujarnya.
Ya, Balai Besar TNBTS sebelumnya telah terlebih dahulu memperpanjang penutupan jalur pendakian di Gunung Semeru hingga 8 Februari 2025, dari yang sebelumnya telah diberlakukan mulai 2-19 Januari 2025.
(msl/fem)