Minggu, Juni 21


Jakarta

Sakura identik dengan warna pink atau merah muda. Tetapi, ada juga sakura warna hijau yang menarik dan langka.

Jepang dikenal sebagai Negeri Sakura. Itu karena Jepang menjadi rumah bagi bunga indah tersebut. Mekarnya sakura selalu dinantikan para wisatawan, banyak wisatawan lokal ataupun internasional berbondong-bondong berburu untuk melihat hingga mengabadikan sakura.

Pasalnya, bunga sakura mekar tidak lama, yakni rata-rata hanya sekitar dua minggu. Tak ayal banyak spot wisata atau spot melihat sakura mekar yang diserbu pengunjung.


Mungkin wisatawan internasional belum banyak tahu kalau Jepang juga punya spot menyaksikan sakura langka berwarna hijau. Namun, bagi wisatawan lokal, tempat melihat sakura hijau menjadi salah satu spot wajib untuk didatangi.

Melansir NHK, Minggu (21/4/2024), banyak orang berbondong-bondong ke taman botani di Jepang bagian barat untuk melihat varietas sakura berwarna hijau pucat tersebut.

Sakura hijau nan langka berada di tiga pohon sakura “Gyoiko-zakura” yang terletak di halaman Kuil Kasugataisha, Kota Nara. Nama tersebut konon diambil dari pakaian berwarna hijau yang disukai bangsawan pada periode Heian yang dimulai pada akhir abad ke delapan.

Rupa sakura hijau Gyoiko-zakura. (gov-online.go.jp)

Sakura ini unik, karena awalnya berwarna hijau pucat dan menurut pengelola taman, bunga-bunga ini akan berangsur berubah menjadi merah muda selama kurang lebih satu minggu.

Seorang pengunjung berusia 70-an mengatakan bahwa ia pernah melihat bunga sakura hijau sebelumnya, dan datang bersama seorang teman untuk melihatnya lagi.

Seorang pria berusia 70-an menggambarkan warna tersebut sebagai warna yang tidak biasa, tetapi sangat anggun.

Berawal dari Kota Nara, bunga sakura langka itu juga telah dikembangkan ke daerah lain misalnya Kota Unnan. Asosiasi Pariwisata Kota Unnan, Suyama Miho, menjelaskan terkait datangnya sakura hijau itu di Kota Unnan.

“Sekitar 70 tahun yang lalu, pohon Gyoiko-zakura ditransplantasikan dari Kota Yoshino di Prefektur Nara. Varietas Yae-zakura ini memiliki kelopak bunga berwarna hijau muda dengan garis-garis merah muda yang samar, dan setiap bunganya biasanya memiliki 10 hingga 15 kelopak bunga yang saling tumpang tindih,” terangnya dikutip dari gov-online.go.jp, Minggu (21/4/2024).

“Sekitar 120 pohon ini ditanam di Taman Dasar Sungai Mitoya dan Taman Reruntuhan Kastil Mitoya di seberang sungai, menawarkan kesempatan langka untuk menyaksikan bunga sakura secara eksklusif dalam nuansa hijau,” sambungnya.

Selama tahap awal mekar, bunga-bunga berwarna hijau tua, secara bertahap menjadi lebih terang saat mulai mekar, dengan garis-garis merah muda yang muncul di bagian tengah menjelang akhir sebelum berguguran. Waktu terbaik untuk melihatnya biasanya sekitar akhir bulan April setiap tahunnya.

“Gyoiko-zakura, jenis bunga sakura yang mekar terlambat, biasanya mekar sekitar dua minggu setelah pohon sakura Somei-yoshino yang berada di area yang sama. Pada tahun 2022, kombinasi bunga sakura Gyoiko-zakura dan Somei-yoshino menarik sekitar 30.000 pengunjung ke destinasi hanami (melihat bunga sakura) yang populer ini. Karena periode puncak mekarnya Gyoiko-zakura terjadi lebih lambat daripada Somei-yoshino, pengunjung dapat menikmati pengalaman melihat bunga sakura dengan santai. Selain itu, bunga sakura juga diterangi pada malam hari untuk menambah kenikmatan,” jelas Suyama.

Simak Video “Makna Bunga Sakura dan Tradisi Merayakannya di Jepang
[Gambas:Video 20detik]
(wkn/wkn)

Share.
Exit mobile version