Kamis, April 3


Jakarta

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, bilang bahwa kebebasan demokrasi jangan sampai merusak budaya sopan santun bangsa. Termasuk ketika mengkritik mantan Presiden Jokoi Widodo (Jokowi).

Luhut menegaskan kritik yang disampaikan harus berdasarkan data, agar jelas bukan sekadar buruk sangka.

“Saya titip satu hal, selesai Ramadan ini, mari tetap memelihara santun dan ramah tamah Indonesia. Jangan berburuk sangka, saya saksi hidup sebagai pembantu Pak Jokowi selama sepuluh tahun,” kata Luhut selepas mengunjungi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah, melansir dari Antara, Senin (31/3/2025).


Luhut menekankan sebagai saksi hidup masa kepemimpinan Jokowi, ia tidak melihat ada pelanggaran konstitusi yang dilakukan Jokowi selama menjabat Presiden.

Luhut juga berharap masyarakat memberikan ruang pada pemerintah untuk dapat bekerja demi kesejahteraan rakyat. Luhut pun meminta masyarakat bisa kompak memberikan dukungan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Saya harus katakan agak keras, karena menurut saya sudah terlalu banyak keluar koridor. Pengamat tanpa data jelas membuat keruh pemerintah. Kita beri kesempatan Pak Prabowo memimpin,” tegas mantan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi itu.

Selain itu, Luhut juga menyentil pengkritik program prioritas besutan Prabowo, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Dulu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengkritik sana-sini, ‘kan itu sudah jalan. Kita harus kompak, Presiden Prabowo mendengarkan masyarakat,” tuturnya.

(hns/hns)

Membagikan
Exit mobile version