Senin, Maret 31


Jakarta

Terminal Terpadu Pulogebang memberikan fasilitas tambahan untuk memanjakan para pemudik. Bagi calon penumpang yang lelah menunggu keberangkatan, tersedia penginapan yang nyaman dan terjangkau di dalam terminal.

“Penginapan memang dikhususkan buat penumpang yang sudah memiliki tiket. Artinya tidak bisa disewa untuk umum,” kata Pengawas Operasional Terminal Terpadu Pulogebang Mujib Tambrin saat ditemui di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, seperti dikutip dari Antara, Kamis (27/3/2025).

“Penumpang yang sudah membeli tiket dengan kendala bus, boleh untuk menginap di sini. Ataupun bus AKAP yang baru tiba dari daerah, penumpangnya lelah karena tiba (di terminal) malam-malam, kita persilakan (menginap),” dia menambahkan.


Untuk menggunakan fasilitas penginapan, penumpang dikenakan biaya Rp 20 ribu. Adapun fasilitas yang didapatkan selain ruang tidur, juga kamar mandi umum yang terletak di luar ruang kamar.

“Wajib membayar sesuai dengan ketentuan tarif layanan yang sudah ditentukan Pergub Nomor 67 Tahun 2020,” kata dia.

Ruangan kamar penginapan memiliki satu kasur untuk satu orang saja. kamar laki-laki dan kamar perempuan terpisah.

Terminal Terpadu Pulogebang memiliki 25 kamar penginapan yang terdiri atas delapan kamar untuk laki-laki di Gedung C terminal.

Sementara itu, di Gedung A terminal terdapat delapan kamar untuk perempuan dan sembilan kamar untuk laki-laki.

“Penginapan berada di dua lokasi, di gedung A dan gedung C area kedatangan. Di gedung A itu ada 17 bilik, di gedung C ada sekitar delapan bilik,” kata Mujib.

Menurut dia, penginapan tersebut banyak peminatnya. Penumpang dibolehkan menginap maksimal 1X24 jam.

“Alhamdulillah, selalu penuh. Cuma di sini berganti-ganti saja, keluar masuk. Karena mereka (penumpang menggunakan kamar) rata-rata hanya menunggu keberangkatan bus,” kata Mujib.

(fem/fem)

Membagikan
Exit mobile version