Kamis, April 3


Jakarta

Hampir tiba saatnya di penghujung Ramadan dan Idul Fitri tiba. Fairuz A Rafiq merasakan bahagia dan sedih kala akan berpisah dengan Ramadan.

Rasa bahagia dirasakan istri Sonny Septian itu karena anak-anaknya, King Faaz dan Queen Eijas yang telah khatam Al-Qur’an. Anak-anak itu juga menyelesaikan target hafalan Al-Qur’an.

“Di Ramadan Abang (Faaz) sudah menyelesaikan juz 28, Mei nanti dia akan diwisuda, sudah selesai. Selama 30 hari terus kakak Eijaz sudah juz 30 di usia 6 tahun,” ujar Fairuz A Rafiq saat ditemui di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (29/3/2025).


Fairuz merasakan Ramadan tahun ini penuh berkah. Dirinya masih mendapat ksempatan untuk melakukan iktikaf dan beribadah yang lebih banyak kepada Allah.

Namun, Ramadan ini terasa berbeda karena mertuanya, Waty Siregar, meninggal dunia.

“Walaupun di tahun ini agak sedikit berbeda buat suami aku ya karena almarhumah Mama udah gak ada. Jadi aku sebagai istri memberikan dia semangat yang besar agar jiwanya besar, pasti rasanya luar biasa,” ungkapnya.

Fairuz A Rafiq juga mengingat mendiang ayahnya, A Rafiq, yang berpulang 12 tahun lalu. A Rafiq meninggal dunia pada Lebaran.

Momen itu meninggalkan luka mendalam baginya. Fairuz juga merasakan kesedihan yang sama karena tahun ini Sonny Septian menghadapi Lebaran pertama tanpa ibunda tercinta.

“Setiap tahunnya Lebaran berulang di malam takbiran itu sedihnya masih berasa. Gimana Sonny yang baru ditinggali banget? Ini adalah Lebaran pertama tanpa ibunya, pasti akan lebih membekas. Makanya aku bilang ke Sonny pas Lebaran pertama nanti habis dari keluargaku ke mama, ke keluarga Sonny, sorenya ke makam biar dia tetap berasa ada mamanya,” ujar Fairuz.

Malam terakhir Ramadan, Fairuz juga menyempatkan untuk melakukan iktikaf. Iktikaf menjadi waktu untuk dirinya memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.

“Itikaf malam terakhir bisa sama teman-teman juga, panggil Pak Ustaz juga, bisa belajar ilmu lagi, belajar gimana cara salat, bagaimana cara berpuasa yang baik nggak hanya menahan lapar dan haus saja, tapi banyak hal yang harus kita lakuin,” jelasnya.

“Jadi ya dibilang ini versi terbaik diri aku masih jauh dari baik, masih banyak kekurangan yang harus aku upgrade diri yang jelas aku sedih banget Ramadan mau berakhir ya. Itu kayak sedih banget 10 malam terakhir sedihnya luar biasa,” ungkap Fairuz A Rafiq.

Ibu tiga anak itu berharap kembali dipertemukan dengan Ramadan tahun-tahun berikutnya. Fairuz mengingat bagaimana tahun lalu dia bersama anak keduanya berjuang sembuh dari demam berdarah.

“Allah begitu sayang sama aku, di tahun lalu aku sempat Lebaran di rumah sakit kena DBD dan anak kedua aku sempat kritis. Hari ini Allah beri kesehatan bisa berdiri tegak dalam rasa syukur yang luar biasa. Terus Lebaran kali ini bisa Lebaran bareng keluarga,” ucap Fairuz penuh rasa syukur.

(fbr/pus)

Membagikan
Exit mobile version