Kamis, April 3

Beijing

IShowSpeed atau Darren Watkins sedang berkunjung dan livestream di berbagai kota di China. Kunjungannya itu rupanya dipuji oleh media pemerintah China sebagai bukti meningkatnya keinginan antara warga Amerika dan China untuk bersahabat di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.

Influencer berusia 20 tahun itu, dengan lebih dari 37 juta pengikut YouTube, menyiarkan langsung kunjungannya ke Beijing dan Shanghai tanpa henti masing-masing selama enam jam di dua kota besar itu.

Speed, yang berasal dari Ohio, memuji orang-orang di China yang menyambutnya dengan antusias, jalanan yang bersih, dan konektivitas internet cepat dan stabil saat perjalanan kereta bawah tanah. Ia salto di Tembok Besar China, mengunjungi Kota Terlarang, mencoba makanan kaki lima, main ping pong, hingga berlatih kung fu.


“Dikenal karena bakat penuh energi dan dramatis serta memiliki lebih dari 37 juta subscriber YouTube, IShowSpeed, terlepas dari kontroversinya, memberi pandangan yang tak disaring dan bersemangat tentang budaya, modernitas, dan keindahan China,” sebut Global Times, media pemerintah China, yang dikutip detikINET.

“Ia menawarkan kepada jutaan pemirsa di seluruh dunia, banyak di antaranya untuk pertama kalinya, perspektif baru tentang negara tersebut,” tambah mereka.

Speed juga mencoba Xiaomi SU7 Ultra, kendaraan listrik yang baru dirilis dengan 1.526 tenaga kuda. “Mobil ini lebih cepat dari Huracan saya? Mobil ini lebih cepat dari Lamborghini saya? Tapi ini bertenaga listrik,” kata IShowSpeed.

Menurut Li Haidong, profesor di China Foreign Affairs University, tur tersebut memicu gelombang minat internasional, khususnya di anak muda, yang terpapar pada sisi China yang jarang disorot narasi arus utama AS. Siaran IShowSpeed dapat mengurangi kesalahpahaman dan menguak betapa modern China dan kaya budayanya

“Saat melanjutkan perjalanan di kota-kota China lainnya, IShowSpeed tidak hanya menghibur atau menjadi petualangan pribadi, tapi juga menyediakan saluran baru bagi dunia untuk menemukan China yang autentik dan tanpa filter di luar berita bias dan stereotip yang tidak bersahabat,” kata Li.

(fyk/fyk)

Membagikan
Exit mobile version