Jumat, April 4


Jakarta

Depresiasi harga mobil dapat turun karena berbagai faktor, seperti permintaan, kondisi ekonomi, dan usia mobil.Namun dalam jangka 5 tahun, ini daftar mobil yang penurunannya sampai 73 persen!

Dalam studi yang dilakukan iSeecars, menganalisis lebih dari 800.000 mobil bekas berusia 5 tahun yang terjual dari Maret 2024 hingga Februari 2025. Mayoritas yang mengalami penyusutan harga lebih tinggi adalah mobil listrik, sementara model hybrid bisa bertahan lebih baik.

Kendaraan listrik sekarang kehilangan 58,8% dari nilainya setelah pemakaian 5 tahun, sementara hybrid kehilangan sekitar 40% dari nilai kendaraan baru.


“Penyusutan tetap menjadi aspek termahal dalam membeli kendaraan baru, dan variasi antara jenis kendaraan dan model tertentu adalah sesuatu yang harus dipertimbangkan konsumen ketika meneliti pembelian mereka berikutnya,” kata Analis Eksekutif iSeeCars Karl Brauer.

“Perbedaan antara membeli kendaraan hybrid versus kendaraan listrik bisa puluhan ribu dolar dalam nilai yang hilang,” tambahnya lagi.

Tidak mengherankan, mobil listrik mengalami depresiasi tertinggi. Jaguar I-Pace memimpin lantaran crossover listrik itu kehilangan 72,2% nilainya setelah lima tahun, setara 51.953 USD atau sekitar Rp 861 jutaan.

Posisi kedua sedikit mengejutkan karena itu adalah BMW Seri 7 ini kehilangan 67,1% dari nilainya. Dalam laporan tersebut setara 65.249 USD atau mencapai Rp 1,08 miliaran.

Melengkapi lima posisi teratas adalah Tesla Model S (65,2%), Infiniti QX80 (65,0%), dan Maserati Ghibli (64,7%). Lebih jauh di bawah daftar adalah Tesla Model X (63,4%), Cadillac Escalade ESV (62,9%), dan Mercedes S-Class (60,7%).

Sementara daftar model dengan depresiasi tertinggi dipenuhi dengan EV dan kendaraan mewah, mobil sport memiliki depresiasi terendah setelah lima tahun.

Porsche mendapat kemenangan 1-2 karena 911 berada di urutan pertama dengan 19,5% dan diikuti oleh 718 Cayman dengan 21,8%.

Saksikan juga Sosok: Terang Tanpa Mata

(riar/din)

Membagikan
Exit mobile version