Jumat, Februari 28


Pyongyang

Sekelompok kecil wisatawan asing terlihat telah mengunjungi Korea Utara minggu lalu. Bukan turis Rusia, mereka pasar baru Korut.

Mereka adalah pelancong internasional pertama yang memasuki negara itu dalam lima tahun terakhir. Ini menjadi denyut pariwisata yang diharapkan akan mendatangkan mata uang asing yang sangat dibutuhkan oleh Korut.

Koryo Tours, perusahaan perjalanan Korut yang berbasis di Beijing, mengatakan bahwa mereka mengatur perjalanan lima hari dari 20-24 Februari untuk perjalanan ke kota perbatasan timur laut Korut, Rason, tempat zona ekonomi khusus negara itu, seperti dikutip dari Associated Press pada Kamis (27/2/2025).


Manajer Umum Koryo Tours, Simon Cockerell, mengatakan bahwa kelompok tu terdiri dari 13 turis yang berasal dari Inggris, Kanada, Yunani, New Zealand, Prancis, Jerman, Austria, Australia, dan Italia. Mereka mengunjungi pabrik, toko, sekolah, dan patung Kim Il Sung dan Kim Jong Il, mendiang kakek dan ayah dari pemimpin saat ini, Kim Jong Un di Rason.

“Sejak Januari 2020, negara ini telah ditutup untuk semua wisatawan internasional, dan kami senang akhirnya menemukan peluang di daerah Rason, di ujung utara Korea Utara,” kata Cockerell.


“Tur pertama kami telah berakhir, dan sekarang lebih banyak wisatawan, baik yang datang untuk kunjungan kelompok maupun pribadi, datang untuk mengatur perjalanan,” dia menambahkan.

Setelah pandemi dimulai, Korea Utara dengan cepat melarang wisatawan, memulangkan diplomat, dan sangat membatasi lalu lintas perbatasan dalam salah satu pembatasan COVID-19 paling ketat di dunia. Namun sejak 2022, Korea Utara perlahan-lahan melonggarkan pembatasan dan membuka kembali perbatasannya.

Pada Februari 2024, Korea Utara menerima sekitar 100 wisatawan Rusia, warga negara asing pertama yang mengunjungi negara itu untuk bertamasya. Hal itu mengejutkan banyak pengamat, karena mengira wisatawan pascapandemi pertama akan datang dari China, mitra dagang terbesar dan sekutu utama Korea Utara.

Total sekitar 880 wisatawan Rusia mengunjungi Korea Utara sepanjang tahun 2024, kata Kementerian Unifikasi Korea Selatan, mengutip data resmi Rusia. Tur kelompok China ke Korea Utara masih terhenti.

Ini menandakan seberapa dekat Korea Utara dan Rusia satu sama lain karena Korea Utara telah memasok senjata dan pasukan ke Rusia untuk mendukung perangnya melawan Ukraina. Hubungan antara Korea Utara dan China mendingin karena China menunjukkan keengganannya untuk bergabung dengan aliansi tiga arah anti-AS dengan Korea Utara dan Rusia, kata para ahli.

Sebelum pandemi, pariwisata merupakan sumber mata uang asing yang mudah dan sah bagi Korea Utara, padahal negara ini paling banyak dikenai sanksi di dunia karena program nuklirnya.

Korea Utara diperkirakan akan membuka situs pariwisata besar-besaran di pantai timur pada bulan Juni.

(bnl/fem)

Membagikan
Exit mobile version