Senin, Maret 31

Jakarta

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) buka suara terkait tren penurunan jumlah pemudik Lebaran 2025. Menurutnya penurunan tersebut terjadi karena banyak faktor, bukan hanya karena faktor ekonomi Indonesia yang sedang tidak baik maupun daya beli masyarakat yang menurun.

“Saya tidak ingin menjawab apakah kalau terjadi penurunan karena ekonomi atau daya beli menurun atau faktor lainnya. Saya rasa ini perlu waktu untuk ditelaah dan dievaluasi termasuk oleh kementerian yang menangani itu, Kemenko Perekonomian maupun Kementerian Keuangan,” kata AHY di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (28/3/2025).

“Yang jelas, kalaupun mungkin ada penurunan itu ada beberapa faktor pastinya, tidak pernah ada satu faktor saja pastinya,” tambah AHY.


Meski begitu, AHY menegaskan pemerintah terus melakukan berbagai upaya mempermudah masyarakat agar dapat mudik ke kampung halamannya. Misalnya diskon tarif pesawat 13-14%, diskon tarif tol sebesar 20% dan diskon kereta api juga dilakukan.

Upaya ini juga sesuai dengan arahan Presiden Prabowo yang menginginkan adanya pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Sehingga bisa membangkitkan perekonomian Indonesia dan tidak terjadi penurunan pemudik secara signifikan.

“Kami berharap tentunya ekonomi tumbuh terjaga dengan baik, daya beli terjaga sehingga kalaupun terjadi penurunan ya tidak terlalu signifikan,” katanya.

Jumlah Pemudik Diprediksi Turun

Sebelumnya, berdasarkan Survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik diperkirakan hanya 146,48 juta orang atau sekitar 52 persen dari penduduk Indonesia. Angka itu turun 24 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 193,6 juta pemudik.

Tidak hanya jumlah pemudik yang mengalami tren penurunan, pada tahun ini, perputaran uang selama momen libur lebaran 2025 juga turun. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memprediksi perputaran uang selama momen libur Lebaran 2025 sebesar Rp 137 triliun. Jumlah itu turun kurang lebih Rp 20 triliun dibandingkan asumsi tahun lalu yang mencapai Rp 157,3 triliun.

“Jika tahun lalu asumsi perputaran uang selama Idul Fitri 2024 mencapai Rp 157,3 triliun, maka asumsi perputaran uang libur Idul Fitri 2025 diprediksi mencapai Rp 137,975 triliun,” kata Sarman dalam keterangan tertulis, Rabu (19/3/2025).

(ara/ara)

Membagikan
Exit mobile version