Minggu, April 6


Jakarta

Saat duduk di dalam pesawat, ada saja penumpang yang langsung menggunakan meja lipat tanpa berfikir panjang. Padahal penumpang tidak tahu apakah meja tersebut benar-benar bersih atau tidak.

Sehingga, penumpang disarankan untuk tidak menggunakan fasilitas ini sebelum memastikannya benar-benar bersih. Begini penjelasannya.

Jangan Langsung Gunakan Meja Lipat Penumpang di Pesawat

Meja lipat sebaiknya tidak langsung digunakan saat penumpang tiba di pesawat, seperti dijelaskan dalam laman Express UK. Faktor higienitas menjadi pertimbangan untuk tidak menggunakan fasilitas tersebut.


“Baik menyantap makanan selama penerbangan atau menikmati camilan di tengah penerbangan, jangan pernah makan langsung dari meja nampan,” kata pramugari yang menjadi narasumber artikel tersebut.

Pramugari yang tidak disebutkan namanya tersebut berkata, banyak aktivitas tidak higienis yang dilakukan di meja lipat. Beberapa aktivitas yang sempat disaksikan selama dia bekerja adalah mengganti popok bayi, hingga sekadar menundukkan kepala.

“Terkadang meja nampan dibersihkan sebelum perjalanan berikutnya, namun pramugari tidak selalu punya waktu untuk membersihkan setiap meja di antara penerbangan,” kata dia.

Jadi, jika harus menggunakan meja lipat, makan penumpang diminta untuk membersihkannya dulu. Bisa menggunakan tisu antibakteri atau juga dapat menyemprotnya dengan antiseptik.

Lakukan Hal Ini saat ke Toilet Pesawat

Tak hanya soal meja lipat, pramugari juga memberikan saran kepada penumpang soal penggunaan toilet pesawat. Pramugari dari TUI, Tara, meminta penumpang tidak masuk ke toilet tanpa menggunakan alas kaki.

“Sebanyak 9 dari 10 kemungkinan, yang ada di lantai bukanlah air. Sebaiknya Anda menghindari pergi ke toilet dengan kaus kaki atau bertelanjang kaki,” ujar Tara.

Penumpang juga diimbau untuk tidak menekan tombol flush dengan tangan kosong. Sebab tombol tersebut bisa sangat kotor.

“Ini benar-benar sangat tidak sehat dan sangat kotor. Jadi ketika Anda menyiram, gunakan serbet atau tisu yang ada di toilet,” ujar pramugari lainnya.

Penelitian menunjukkan, tombol flush membawa banyak bakteri. Studi pada tahun 2015 oleh situs Travelmath menemukan, tombol flush toilet memiliki 265 unit pembentuk koloni (CFU) per inci persegi bakteri atau jamur yang dapat berkembang biak. Bakteri dan jamur inilah yang berisiko mengganggu kesehatan traveller.

(elk/row)

Membagikan
Exit mobile version