Rabu, Februari 26

Jakarta

iPhone dulu berjaya sebagai smartphone nomor satu di China. Namun belakangan ini, keunggulan mereka mulai tergerus oleh merek-merek lokal. Kedatangan iPhone 16e diharapkan dapat mengubah peruntungan Apple.

Menurut data Counterpoint Research, Huawei menguasai pasar smartphone China di kuartal IV 2024. Huawei diikuti oleh Xiaomi dan baru kemudian Apple dengan iPhone di posisi ketiga.

Bahkan Counterpoint mencatat Apple mengalami penurunan penjualan hingga 18,2% dari tahun sebelumnya di pasar China. Nah, iPhone 16e dengan harga mulai sekitar USD 599, diharapkan bisa menggenjot penjualan Apple di China.


Beberapa analis yakin ponsel ini bisa lebih populer daripada iPhone SE, misalnya karena layarnya yang lebih besar, meski harganya lebih mahal dari iPhone SE. iPhone 16e memiliki layar 6,1 inch, sama besarnya dengan iPhone 16, sedangkan iPhone SE layarnya 4,7 inch.

“Apple menyerah pada faktor bentuk yang lebih kecil dan menyadari bahwa orang-orang tertarik pada layar yang lebih besa. Bahkan jika itu berarti harga awalnya tidak lagi USD 400,” cetus Gerrit Schneemann, analis senior di Counterpoint Research.

“iPhone 16e merupakan peningkatan besar dari SE dan lebih sesuai dengan permintaan pasar di segmen menengah ke atas, tetapi persaingan di China sangat ketat, terutama di kisaran harga tersebut,” tutur Archie Zhang, analis lain di Counterpoint.

Merek-merek Tiongkok seperti Oppo, Huawei, dan Vivo, yang sering menawarkan spesifikasi lebih tinggi dengan harga lebih rendah. Selain itu, Apple juga menghadapi tantangan seperti patriotisme yang lebih besar di antara konsumen China, mungkin dipicu perang dagang antara China dengan Amerika Serikat.

Secara global, Apple semakin menghadapi perjuangan berat dalam memikat pelanggan baru. Penjualan ponsel pintarnya telah menurun sejak mencapai puncaknya pada tahun 2022, dan pengiriman globalnya telah turun dari 19,3% pada tahun 2023 menjadi 18,2% tahun lalu.

(fyk/afr)

Membagikan
Exit mobile version