Jumat, Februari 28


Jakarta

Garuda Indonesia resmi menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI (Ditjen PHU Kemenag RI).

Maskapai penerbangan nasional itu siap menjadi salah satu yang menjadi pengangkut calon jemaah haji Indonesia tahun 2025. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pengangkutan Udara Jemaah Haji Reguler 1446 H/2025 M itu dilakukan pada hari ini, Kamis (27/2).

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tersebut dilaksanakan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani Panjaitan dan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI, Hilman Latief di Gedung Kementerian Agama RI.


Pada musim Haji tahun ini, Garuda Indonesia direncanakan akan mengangkut sedikitnya 90.933 calon jemaah yang akan terbagi ke dalam 246 kelompok terbang (kloter) dan diberangkatkan melalui 7 (tujuh) embarkasi, yakni Banda Aceh, Medan, Jakarta, Solo, Balikpapan, Makassar, dan Lombok.

Direktur Utama Garuda Indonesia Wamildan Tsani Panjaitan mengungkapkan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tersebut merupakan salah satu momentum istimewa bagi kiprah Garuda Indonesia untuk melanjutkan catatan sejarah sebagai maskapai yang selalu dipercaya dalam melayani penerbangan haji selama tujuh dekade.


“Selaras dengan mandat sebagai national flag carrier, menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Garuda Indonesia dapat mengantarkan para jemaah haji Indonesia untuk memenuhi rukun Islam yang kelima di Tanah Suci. Kepercayaan tersebut tentunya harus kami hadirkan melalui ketersediaan layanan penerbangan haji yang aman dan nyaman dengan memastikan segala aspek keselamatan dan kualitas operasional dapat berjalan dengan optimal,” ungkap Wamildan dalam keterangannya, Kamis (27/12/2025).

Wamildan menambahkan upaya menjaga komitmen penyediaan layanan penerbangan terbaik menjadi prioritas pada aspek keamanan, keselamatan, dan kenyamanan di seluruh lini operasional penerbangan Garuda Indonesia.

“Layanan itu mulai dari para awak kabin haji yang berpengalaman dalam mendampingi kebutuhan para jemaah selama penerbangan berlangsung, priority boarding dan disembark bagi lansia dengan wheelchair, hingga kesiapsiagaan petugas darat. Diharapkan ketersediaan layanan ini dapat menghadirkan cerita, makna dan added value layanan penerbangan prima bagi perjalanan ibadah yang telah masyarakat nantikan,” kata Wamildan.

Untuk memaksimalkan kesiapan layanan penerbangan bagi para jemaah haji, Garuda Indonesia di tahun ini mempersiapkan total 14 armada wide-body yang terdiri dari 6 armada Boeing 777-300ER, 6 armada Airbus A330-300, dan 2 armada Airbus A330-900neo.

Garuda Indonesia MoU dengan Kemenag Foto: (dok. Istimewa)

Para calon jemaah haji selanjutnya akan diberangkatkan secara bertahap menuju Tanah Suci mulai 2 Mei hingga 31 Mei 2025, dengan keberangkatan menuju Madinah pada 2 – 16 Mei 2025 dan disusul keberangkatan menuju Jeddah pada 17 – 31 Mei 2025.

Selanjutnya, fase pemulangan jemaah akan dimulai pada tanggal 11 Juni sampai dengan 10 Juli 2025 dengan keberangkatan dari Jeddah pada 11 – 25 Juni 2025, dan keberangkatan dari Madinah pada 26 Juni – 10 Juli 2025.

(wsw/wsw)

Membagikan
Exit mobile version