Rabu, Oktober 16


Jakarta

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membahas tujuh rekomendasi kebijakan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 dalam disertasinya.

Dalam disertasi berjudul ‘Transformational Leadership and Human Resources Orchestration towards Indonesia Emas 2045’, AHY merumuskan hasil permasalahan yang ia temukan di lapangan. Adapun tujuh rekomendasi tersebut kemudian disimpulkan ke dalam lima poin.

“Pertama faktor kunci transformasi ekonomi terletak pada kepemimpinan yang efektif, kapasitas SDM, serta tata kelola yang kuat yang mendukung inovasi dan daya saing tinggi. Kedua, terdapat ketidaksesuaian antara prodi yang berkembang di dunia pendidikan nasional dengan kebutuhan sektor industri di mana bidang studi non-STEM lebih dominan,” ujar AHY dalam keterangan tertulis, Selasa (15/10/2024).


Ketiga, terdapat ketidakselarasan antara output yang diproduksi oleh dunia pendidikan dengan prioritas penelitian nasional yang menunjang transformasi ekonomi, terutama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan daya saing global.

Keempat, untuk keluar dari jebakan middle income trap, AHY menyebut Indonesia perlu mengorkestrasi sektor prioritas ekonomi strategis baik dari industri primer, sekunder, maupun tersier.

“Tentu dengan penguatan utama pada sub dimensi Research and Development (RnD) khususnya melalui peningkatan produktivitas smart home appliances. Dan kelima, dibutuhkan kepemimpinan transformasional di semua lini untuk mengorkestrasi SDM melalui sektor pendidikan industri berbasis pada keunggulan dan potensi sumber daya lokal masyarakat kita,” ungkap AHY.

Untuk mengatasi hal ini, AHY mengingatkan pentingnya memastikan prodi perguruan tinggi di Indonesia selaras dengan kebutuhan industri.

Selanjutnya, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendidikan tinggi hingga 60%; meningkatkan proporsi lulusan berbasis STEM yang fokus pada RnD hingga 40%; dan meningkatkan belanja RnD dari 0,28% hingga 2% dari GDP.

“Kita juga perlu melakukan evaluasi program beasiswa yang bersumber dari APBN agar selaras dengan industri strategis dan dapat memenuhi kebutuhan SDM menopang transformasi ekonomi. Selain itu, perlu menetapkan sektor prioritas strategis yang harus dikembangkan serta menciptakan kawasan percontohan untuk membangkitkan kekuatan ekonomi baru di sejumlah daerah, serta menyiapkan pemimpin yang transformasional yang visioner dan efektif dalam mengorkestrasi SDM yang bisa mengisi sektor prioritas strategis utama,” tutup AHY.

Sebagai informasi, AHY dinyatakan lulus dalam masa studi 3,1 tahun dengan predikat Cumlaude alias Dengan Pujian. Ia juga menjadi Doktor ke-88 dari Program Studi Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Rektor Universitas Airlangga, Prof. Dr. Moh. Nasih, SE, MT, Ak. pun menyatakan AHY sebagai Doktor lulusan Universitas Airlangga yang excellence with morality.

(prf/ega)

Membagikan
Exit mobile version