Rabu, Juli 8

Jakarta

Banjir bandang termasuk jenis bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Seperti kita ketahui, banjir bandang biasanya datang secara tiba-tiba yang disebabkan oleh hujan lebat di suatu wilayah.

Dalam rangka mengurangi risiko bencana, berikut langkah-langkah mitigasi banjir bandang pada sebelum, saat, dan sesudah kejadian.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, banjir bandang adalah banjir besar yang datang dengan tiba-tiba dan mengalir deras menghanyutkan benda-benda besar (kayu dan sebagainya). Banjir bandang juga disebut juga dengan air bah.


Dilansir situs Kemdikbud, banjir bandang biasanya disebabkan oleh hujan lebat di suatu wilayah. Selain itu, hal-hal lain yang dapat menyebabkan banjir bandang adalah sebagai berikut.

  • Membuang sampah sembarangan
  • Penebangan hutan liar
  • Adanya bangunan di daerah resapan air
  • Jebolnya tanggul penampungan air
  • Faktor tinggi rendahnya daratan
  • Volume air yang besar.

Simak daftar mitigasi banjir bandang yang dapat dilakukan sebelum, saat, dan sesudah kejadian, seperti dikutip dari situs resmi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

– Sebelum kejadian

  • Menata daerah aliran sungai dari hulu ke hilir secara terpadu sesuai dengan fungsi lahan.
  • Membangun sistem pemantauan dan peringatan dini pada wilayah yang sering terkena banjir.
  • Memasang pompa dan penghalang ombak untuk daerah yang lebih rendah dari permukaan laut.
  • Jangan membangun rumah di bantaran sungai.
  • Bersihkan lingkungan sekitar, terutama pada saluran air atau selokan dari sampah.
  • Tentukan lokasi posko banjir yang tepat untuk pengungsi dan dilengkapi dengan fasilitas alat evakuasi, dapur umum, MCK, dan pasokan air bersih.
  • Bentuklah tim penanggulangan banjir di tingkat warga.
  • Amankan dokumen penting, seperti Akte Kelahiran, Kartu Keluarga, Buku Tabungan, Sertifikat dan Benda-benda berharga dari jangkauan air.
  • Buatlah rencana penyelamatan dan komunikasi apabila banjir datang. Persiapkan ketersediaan air bersih, P3K, dan alat evakuasi standar.

– Saat kejadian

  • Matikan listrik di dalam rumah dan hubungi petugas PLN untuk mematikan aliran listrik.
  • Segera mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
  • Mengungsi ke daerah yang lebih tinggi sedini mungkin. Apabila akan meninggalkan rumah, pastikan dalam keadaan terkunci dan aman.
  • Jangan berjalan atau berkendara di aliran banjir untuk menghindari terseret arus.

– Setelah kejadian

  • Segera bersihkan rumah dan halaman dari sisa air banjir, lumpur, dan sampah.
  • Waspada terhadap kemungkinan binatang, seperti ular, lipan, tikus, kecoa, lalat, dan nyamuk yang ikut terbawa aliran banjir.
  • Gunakan antiseptik untuk membunuh kuman kuman penyakit.
  • Segera gunakan persediaan air bersih untuk mengurangi risiko diare karena penyakit ini paling sering menjangkit korban banjir.
  • Usahakan selalu waspada apabila kemungkinan terjadi banjir susulan.
  • Terus ikuti perkembangan informasi mengenai banjir dari media serta petugas di komunitas Anda.

(kny/imk)

Share.
Exit mobile version