Sabtu, Januari 31
Jakarta
Indonesia dikenal dengan beragam suku, tradisi, dan budaya mulai dari Aceh hingga Papua. Keberagaman dipengaruhi faktor geografi tempatnya tinggal dan mencari penghidupan, kondisi masyarakat sekitar, dan lingkungan yang selama ini dekat dengan kehidupanya.

Berikut adalah beberapa suku dengan ciri khas yang mudah dikenali dan dilestarikan masyarakat Indonesia. Tentunya masih banyak suku lain yang belum terdokumentasikan

1. Suku Banjar


Rumah adat Suku Banjar (dok. Rachman Haryanto)

Asal: Kalimantan Tengah

Ciri khas: menggunakan bahasa Banjar yang mirip bahasa Jawa, Dayak, dan Melayu.

2. Suku Toraja

Sejumlah keluarga yang berduka dan warga mengarak jenazah untuk disimpan di lakian (tempat menyemayamkan jenazah sementara) saat prosesi Mapasonglo di Gandangbatu Sillanan, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Selasa (4/10/2022). Mapasonglo atau prosesi arak-arakan jenazah keliling kampung tersebut merupakan rangkaian upacara kematian atau Rambu Solo yang hanya bisa diadakan oleh masayarakat bangsawan Toraja. ANTARA FOTO/Sakti Karuru/tom.
Upacara Rambu Solo dari Suku Toraja (dok. ANTARA FOTO/Sakti Karuru)

Asal: Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat

Ciri khas: rumah adat Tongkonan yang masih ada di perkampungan Toraja dan upacara pemakaman mewah Rambu Solo

3. Suku Minahasa


Ayam woku hidangan khas Suku Minahasa (dok. Istimewa)

Asal: Sulawesi Utara

Ciri khas: makanan woku dengan rasa pedas, gurih, kaya bumbu dan sistem gotong royong yang disebut mapalus

4. Suku Bolaang Mongondow


Rumah adat Suku Bolaang Mongondow (dok. Istimewa)

Asal: Sulawesi Utara

Ciri khas: penerapan gotong royong dalam kehidupan melalui Pogogutat (potolu adi’), Tonggolipu’, dan Posad (mokidulu)

5. Suku Buol


Alat musik kulintang (dok. Getty Images/iStockphoto/Lutfi Hanafi)

Asal: Sulawesi Tengah

Ciri khas: seni musik kulintang, gambus, dan pelaksanaan tradisi gotong royong Mapalus

6. Suku Wakatobi


Potret suku di Wakaobi (dok. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Asal: Sulawesi Tenggara

Ciri khas: makanan berbahan singkong disebut soami untuk konsumsi sehari-hari dan kasuami yang mirip tumpeng

7. Suku Mandar


Lomba Perahu Sandeq (dok.ist)

Asal: Sulawesi Barat

Ciri khas: bunyi ucapan yang khas pada huruf b, d, j, dan g serta keahlian dalam bidang maritim misal Perahu Sandeq

8. Suku Bali


Proses Ngaben (dok. AP/Firdia Lisnawati)

Asal: Bali

Ciri khas: upacara pembakaran mayat Ngaben, sistem perairan sawah Subak, pengaturan kehidupan masyarakat desa yang disebut Banjar

9. Suku Sasak


Berburu cacing jelmaan Putri Mandalika (dok. ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI)

Asal: Nusa Tenggara Barat

Ciri khas: upacara Bau Nyale di kawasan Pantai Seger, Mandalika, yaitu tradisi menangkap cacing laut terkait dengan legenda Putri Mandalika

10. Suku Bima


Pakaian Rimpu (dok. Dispar Bima)

Asal: Nusa Tenggara Barat

Ciri khas: tradisi berpakaian khas untuk perempuan yang disebut Rimpu dengan dua kain untuk seluruh tubuh dan Peta Kapanca bagi wanita sebelum menikah

11. Suku Sumba


Tradisi Pasola (dok. Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek)

Asal: Nusa Tenggara Timur

Ciri khas: tradisi seserahan Belis dan Pasola berupa upacara adat yang melibatkan dua kelompok penunggang kuda saling berhadapan lalu melempar lembing kayu

12. Suku Timor


Adu hidung Presiden RI ke-7 Joko Widodo (dok. third party)

Asal: Nusa Tenggara Timur

Ciri khas: kebiasaan cium hidung untuk menunjukkan kedekatan dan penerimaan dalam masyarakat, serta tradisi naketi untuk menyelesaikan masalah dalam keluarga

13. Suku Ambon


Alat musik tifa (dok. Tropenmuseum/Wikimedia Commons)

Asal: Maluku

Ciri khas: lihai memainkan alat musik tradisional tifa dan tradisi Pukul Sapu yang dilakukan para pria selepas Idul Fitri untuk menunjukkan keharmonisan dengan sesama

14. Suku Lingon


Suku di Indonesia dengan mata berwarna biru (dok. Korchnoi Pasaribu for detikTravel)

Asal: Halmahera, Maluku Utara

Ciri khas: punya ciri fisik rambut pirang atau coklat, mata biru, dengan postur tinggi langsing mirip orang Eropa

15. Suku Dani


Potong jari Suku Dani (dok. Afif Farhan)

Asal: Papua, Papua Tengah

Ciri khas: berdiam di Lembah Baliem dengan tradisi potong jari jika ada anggota keluarga yang meninggal

16. Suku Raja Ampat


Suku Raja Ampat (dok. ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)

Asal: Papua Barat, Papua Barat Daya

Ciri khas: tradisi lisan berupa saling balas pantun serta Wala berupa nyanyian dan tarian

17. Suku Asmat


Suku Asmat (dok. Harley Bayu Sastha/ACI)

Asal: Papua

Ciri khas: seni ukir kayu yang khas, detail, dan kerap jadi souvenir saat melawat tanah Papua.

18. Suku Biak


Tradisi tangkap ikan Snap Mor Suku Biak (dok. adv detikcom)

Asal: Papua Barat dan Papua Timur

Ciri khas: menangkap ikan bersama-sama saat air surut dan melestarikan sumber daya alam dalam tradisi Snap Mor, serta upacara adat Mor dengan menyanyikan lagu tradisional bersama.

Halaman 2 dari 19

Asal: Kalimantan Tengah

Ciri khas: menggunakan bahasa Banjar yang mirip bahasa Jawa, Dayak, dan Melayu.

Asal: Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat

Ciri khas: rumah adat Tongkonan yang masih ada di perkampungan Toraja dan upacara pemakaman mewah Rambu Solo

Asal: Sulawesi Utara

Ciri khas: makanan woku dengan rasa pedas, gurih, kaya bumbu dan sistem gotong royong yang disebut mapalus

Asal: Sulawesi Utara

Ciri khas: penerapan gotong royong dalam kehidupan melalui Pogogutat (potolu adi’), Tonggolipu’, dan Posad (mokidulu)

Asal: Sulawesi Tengah

Ciri khas: seni musik kulintang, gambus, dan pelaksanaan tradisi gotong royong Mapalus

Asal: Sulawesi Tenggara

Ciri khas: makanan berbahan singkong disebut soami untuk konsumsi sehari-hari dan kasuami yang mirip tumpeng

Asal: Sulawesi Barat

Ciri khas: bunyi ucapan yang khas pada huruf b, d, j, dan g serta keahlian dalam bidang maritim misal Perahu Sandeq

Asal: Bali

Ciri khas: upacara pembakaran mayat Ngaben, sistem perairan sawah Subak, pengaturan kehidupan masyarakat desa yang disebut Banjar

Asal: Nusa Tenggara Barat

Ciri khas: upacara Bau Nyale di kawasan Pantai Seger, Mandalika, yaitu tradisi menangkap cacing laut terkait dengan legenda Putri Mandalika

Asal: Nusa Tenggara Barat

Ciri khas: tradisi berpakaian khas untuk perempuan yang disebut Rimpu dengan dua kain untuk seluruh tubuh dan Peta Kapanca bagi wanita sebelum menikah

Asal: Nusa Tenggara Timur

Ciri khas: tradisi seserahan Belis dan Pasola berupa upacara adat yang melibatkan dua kelompok penunggang kuda saling berhadapan lalu melempar lembing kayu

Asal: Nusa Tenggara Timur

Ciri khas: kebiasaan cium hidung untuk menunjukkan kedekatan dan penerimaan dalam masyarakat, serta tradisi naketi untuk menyelesaikan masalah dalam keluarga

Asal: Maluku

Ciri khas: lihai memainkan alat musik tradisional tifa dan tradisi Pukul Sapu yang dilakukan para pria selepas Idul Fitri untuk menunjukkan keharmonisan dengan sesama

Asal: Halmahera, Maluku Utara

Ciri khas: punya ciri fisik rambut pirang atau coklat, mata biru, dengan postur tinggi langsing mirip orang Eropa

Asal: Papua, Papua Tengah

Ciri khas: berdiam di Lembah Baliem dengan tradisi potong jari jika ada anggota keluarga yang meninggal

Asal: Papua Barat, Papua Barat Daya

Ciri khas: tradisi lisan berupa saling balas pantun serta Wala berupa nyanyian dan tarian

Asal: Papua

Ciri khas: seni ukir kayu yang khas, detail, dan kerap jadi souvenir saat melawat tanah Papua.

Asal: Papua Barat dan Papua Timur

Ciri khas: menangkap ikan bersama-sama saat air surut dan melestarikan sumber daya alam dalam tradisi Snap Mor, serta upacara adat Mor dengan menyanyikan lagu tradisional bersama.

(row/fem)

Simak Video “Video: Oseng Nila dan Ampas Kecap khas Sunda di Warung Langganan PNS
[Gambas:Video 20detik]




Share.
Exit mobile version