Minggu, April 6


Jakarta

Claudio Domenicalli, CEO Ducati, membela Francesco Bagnaia. Jebolan akademi VR46 itu bisa dibilang tertinggal dari rekan setimnya, Marc Marquez pada seri-seri awal.

Menurut Claudio, dua seri awal Thailand dan Argentina bukan sirkuit favorit Bagnaia.

“Saya pikir Pecco memulai dengan dua balapan yang tidak termasuk di antara favoritnya,” kata Domenicali dikutip Crash, Kamis (27/3/2025).


“Dia menyelesaikan latihan musim dingin dengan beberapa masalah yang tidak bergantung padanya, jadi kami tidak melihat potensinya yang sebenarnya,” ujar Domenicalli.

“Saya yakin kita akan melihatnya, dimulai dengan balapan yang akan datang, meskipun mungkin tidak di Austin yang merupakan sirkuit yang sangat cocok untuk Marc,” lanjutnya.

Faktanya Bagnaia berada di bawah bayang-bayang Marquez di awal musim ini. Rider Italia tersebut dipaksa menyaksikan Marquez menyapu bersih seri Thailand, Argentina, hingga Sprint Race MotoGP Amerika Serikat. Sedangkan Bagnaia hanya finis podium ketiga, keempat, sempat kedua di Sprint Race Amerika Serikat, dan mendapat kemenangan ‘giveaway’ di balap utama di Circuit of The Americas.

Bahkan Pecco Bagnaia juga belum dapat mengungguli rider-rider satelit macam Alex Marquez dari tim Gresini dan Franco Morbidelli dari Pertamina Enduro VR46.

Lebih buruk lagi karena ada gap yang begitu besar di antara kedua pebalap. Di grand prix Thailand, Marc Marquez unggul lebih dari dua detik dari Bagnaia. Sedangkan di Argentina Bagnaia bahkan tertinggal 5,5 detik.

“Tapi saya pikir kita akan melihat kejuaraan yang berbeda dari Qatar,” tutur CEO Ducati ini.

Bagnaia baru mengumpulkan 75 poin dari tiga balapan yang sudah berjalan di musim 2025. Sementara Marquez bersaudara yang tampil cemerlang di awal musim sudah mengantongi 87 poin (Alex) dan 86 poin (Marc).

Dia melanjutkan, keputusan merekrut Marquez bukan mengesampingkan potensi pebalap muda yang sudah dibina Ducati.

“Jika kami sekarang memiliki Marc bersama kami, itu karena kami membuat pilihan yang ditangani dengan hati-hati,” kata Domenicali kepada GPone.

“Kami melakukannya, juga memikirkan tentang kinerja keseluruhan yang dapat kami capai,” tambah dia.

(riar/mhg)

Membagikan
Exit mobile version