Minggu, Juli 7


Jakarta

Bank Indonesia (BI) mencatat suku bunga kredit pada Februari 2024 mengalami penurunan, sementara suku bunga simpanan tercatat meningkat. Rata-rata suku bunga kredit pada Februari 2024 sebesar 9,28%, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 9,3%.

Dikutip dari laporan uang beredar yang diterbitkan BI, Jumat (22/3/2024), suku bunga simpanan berjangka meningkat pada tenor 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Rinciannya, masing-masing sebesar 5,39%, 5,67%, dan 5,80% pada Februari 2024. Di bulan sebelumnya masing-masing tercatat sebesar 5,38%, 5,62%, dan 5,76%.

Di sisi lain, suku bunga simpanan berjangka tenor 1 bulan dan 24 bulan pada Februari 2024 menurun, masing-masing sebesar 4,60% dan 3,81%, setelah tercatat sebesar 4,66% dan 3,879% pada bulan sebelumnya.


BI juga mencatat kredit yang disalurkan oleh perbankan tumbuh positif, yakni sebesar Rp 7.047,1 triliun, atau tumbuh 11,0% (yoy). Bulan sebelumnya kredit tercatat tumbuh sebesar 11,5% (yoy).

“Perkembangan tersebut sejalan dengan pertumbuhan penyaluran kredit pada debitur korporasi (13,3%, yoy) dan debitur perorangan 8,6%, (yoy),” tulis BI.

Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan penyaluran kredit pada Januari 2024 dipengaruhi oleh perkembangan Kredit Modal Kerja (KMK), Kredit Investasi (KI), maupun Kredit Konsumsi (KK). KMK pada Februari 2024 tumbuh sebesar 11,9% (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 12,1 % (yoy).

Perkembangan KMK bersumber dari pertumbuhan sektor Keuangan, Real Estat dan Jasa Perusahaan serta sektor Pertambangan dan Penggalian. Sementara itu KI tumbuh 11,3% (yoy), terutama bersumber dari sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran, serta sektor Pertambangan dan Penggalian.

Lalu KK tumbuh sebesar 9,3% (yoy) didorong oleh perkembangan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), dan Kredit Multiguna. Penyaluran kredit Properti tumbuh 7,99% (yoy) pada bulan laporan, setelah tumbuh 8,3% (voy) pada Januari 2024, terutama berasal dari pertumbuhan KPR dan KPA(12,6%, yoy), serta kredit Real Estate (8,5%, yoy).

Sementara itu, kredit konstruksi terkontraksi 0,19% (yoy) pada periode laporan, setelah pada periode sebelumnya tumbuh 0.19% (yoy). Penyaluran kredit kepada UMKM tumbuh 9,4% (yoy), setelah tumbuh 7,9% (yoy) pada bulan sebelumnya.

Pertumbuhan penyaluran kredit UMKM terutama pada skala mikro cukup tinggi yakni 23,6%, yoy. Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit UMKM pada Februari 2024 dipengaruhi oleh Kredit Investasi (23,1%, yoy) dan Kredit Modal Kerja (5,1%, yoy).

(kil/kil)

Membagikan
Exit mobile version