Jumat, September 13


Sleman

Dalam Munas Golkar, Ketum Bahlil Lahadalia yang menyinggung soal Raja Jawa dalam pidatonya. Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X, merespons pidato Bahlil .

“Mosok seperti itu saya nanggapi, nggak usah lah,” kata Sri Sultan, Kamis (22/8/2024).

Lebih jauh, Sri Sultan HB X mengaku tidak mengetahui terkait sosok ‘Raja Jawa’ yang dimaksud oleh Bahlil.


“Wong saya juga ndak tahu yang dimaksud siapa kok,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyinggung soal ‘Raja Jawa’. Bahlil berseloroh jangan main-main dengan ‘Raja Jawa’ jika tak mau celaka.

Dalam Munas, Bahlil memaparkan visi dan misinya sebagai calon Ketum Golkar. Bahlil Lahadalia menyampaikan pesannya kepada para kader agar terus mendukung agenda pemerintah. Saat itulah ia melempar kelakar soal ‘Raja Jawa’.

“Kita sudah bersepakat Golkar mendukung pemerintah. Jangan pagi mendukung, sore setengah mendukung, malam bikin lain. Ini saya jujur aja. Saya nggak punya kepentingan apa-apa pribadi. Kepentingan saya ke depan adalah Golkar lebih baik dari sekarang,” ujar Bahlil.

Bahlil menegaskan partainya harus menjadi partai pendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di pemerintahan selanjutnya. Dia menilai kinerja Golkar harus lebih baik.

“Karena itu, pemerintahan Pak Prabowo-Gibran sebagai kelanjutan dari pada pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Jadi kita harus lebih paten lagi,” katanya.

Saat membicarakan kepala pemerintahan itulah Bahlil melempar candaan soal ‘Raja Jawa’. Dia mewanti-wanti para kader agar tak bermain-main dengan Raja Jawa itu.

“Soalnya, Raja Jawa ini, kalau kita main-main, celaka kita. Saya mau kasih tahu aja, jangan coba-coba main-main barang ini. Waduh, ini ngeri-ngeri sedap barang ini, saya kasih tahu,” kata Bahlil.

Baca selengkapnya di detikjogja

(sym/sym)

Membagikan
Exit mobile version