Minggu, September 29

Jakarta

Prediabetes adalah kondisi saat kadar gula darah lebih tinggi dari normal, namun belum cukup tinggi untuk dikategorikan diabetes tipe 2.

Prediabetes disebut juga sebagai diabetes ambang atau Impaired Glucose Tolerance (IGT). Menurut WebMD, pengidap diabetes tipe 2 hampir selalu mengalami prediabetes terlebih dahulu.

Apakah Prediabetes Bisa Sembuh?

Prediabetes masih bisa disembuhkan, dengan cara melakukan perubahan gaya hidup yang sehat. Mulai dari menyesuaikan pola makan dan berolahraga.


Hal tersebut akan mencegah atau memperlambat perkembangan prediabetes dan diabetes.

Cara Mengatasi Prediabetes

Berikut adalah beberapa cara untuk sembuh dari prediabetes:

1. Mengkonsumsi Makanan Kaya Nutrisi

Pastikan untuk mengkonsumsi makanan utuh kaya nutrisi pada pola makan. Batasi juga asupan minuman dan makanan proses yang mengandung gula.

Makanan untuk prediabetes adalah makanan kaya serat, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian utuh.

2. Rutin Berolahraga

Risiko diabetes bisa diturunkan dengan tatap aktif dengan teratur. Kamu bisa melakukannya dengan berjalan kaki atau melakukan aktivitas apa pun yang meningkatkan detak jantung selama 30. Hal ini dianjurkan untuk setiap hari dalam seminggu.

3. Menjaga Berat Badan

Sebuah tinjauan tahun 2017 oleh Donna H. Ryan dan Sarah Ryan Yockey yang dimuat National Library of Medicine, mengungkapkan bahwa setiap penurunan berat badan sebesar 2,2 pon bisa menurunkan risiko diabetes tipe 2 sampai 16% bagi penderita prediabetes.

Pengobatan Pradiebetes

Jika tidak segera diobati, prediabetes bisa menyebabkan masalah. Mulai dari diabetes tipe 2 dan masalah pada ginjal, jantung, pembuluh darah, dan mata.

Oleh sebab itu, perawatan prediabetes akan mencegah masalah kesehatan yang lebih serius. Prediabetes bisa diobati atau disembuhkan dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat.

Berikut adalah yang harus dilakukan orang prediabetes agar bisa menjadi normal:

  • Merencanakan pola makan sehat dengan ahli gizi atau ahli. Misalnya, dalam jangka panjang seperti diet Mediterania.
  • Mengetahui cara untuk mengurangi atau mengelola stres .
  • Berhenti merokok.
  • Mendapatkan diagnosis dan/atau obati gangguan tidur.
  • Mengelola kondisi terkait, seperti kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi.
  • Menemukan kelompok dukungan tempat kamu bertemu orang lain, yang mengalami tantangan yang sama.

Dalam beberapa kasus, penyedia layanan kesehatan juga mungkin menyarankan untuk mengkonsumsi obat diabetes oral. Cara ini dilakukan jika perubahan gaya hidup tidak membantu meningkatkan kadar gula darah dan/atau punya beberapa faktor risiko untuk diabetes tipe 2.

Orang dengan prediabetes bisa minum obat metformin dan acarbose. Keduanya adalah obat yang paling sering diresepkan penyedia layanan kesehatan untuk prediabetes.

Gejala Prediabetes

Seringnya, prediabetes tidak memiliki gejala apa pun. Itulah sebabnya mengapa penting untuk menemui dokter perawatan primer secara teratur. Dengan begitu, mereka bisa melakukan pemeriksaan, seperti pemeriksaan metabolik dasar untuk mengetahui kadar gula darah.

Pemeriksaan metabolik dasar, tes glukosa plasma puasa, dan tes A1C adalah cara untuk mengetahui apakah seseorang menderita prediabetes.

Namun, beberapa orang yang mengalaminya berikut adalah kemungkinan gejala prediabetes dilansir laman My Cleveland Clinic:

  • Kulit yang menggelap di area ketiak, samping leher, atau bagian belakang dan samping leher.
  • Kutil pada kulit.
  • Perubahan mata yang bisa menyebabkan retinopati terkait diabetes.

Penyebab Prediabetes

Sejatinya, penyebab prediabetes sama dengan penyebab diabetes tipe 2, terutama pada resistensi insulin.

Berikut adalah beberapa faktor risiko penyebab prediabetes:

  • Riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2, seperti orang tua atau saudara kandung.
  • Punya kelebihan berat badan atau obesitas (BMI lebih besar dari 25).
  • Kurang olahraga
  • Berusia 45 tahun atau lebih.
  • Merokok.
  • Apnea tidur obstruktif.
  • Telah memiliki diabetes gestasional.
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Ras dan etnis juga merupakan faktornya. Seseorang bisa berisiko lebih tinggi mengalami prediabetes jika:

  • Hispanik/Amerika Latin.
  • Penduduk asli Amerika.
  • Hitam.
  • Penduduk Kepulauan Pasifik.
  • Penduduk Asia Amerika.

Penting untuk dicatat, berkonsultasilah dengan penyedia layanan kesehatan utama tentang pemeriksaan prediabetes.

(khq/fds)

Membagikan
Exit mobile version