Kamis, Februari 13


Jakarta

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan anggaran Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tahun 2025 yang dapat dimanfaatkan setelah efisiensi adalah sebesar Rp 884,9 miliar. Nominal itu berkurang ketimbang sebelumnya senilai Rp 1,49 triliun.

Widiyanti mengatakan jumlah anggaran tersebut ditetapkan dari hasil efisiensi yang diinstruksikan Kementerian Keuangan sebesar Rp 603,8 miliar. Sebelum efisiensi, jumlah pagu anggaran Kemenpar pada 2025 sebesar Rp 1,48 triliun yang akan dialokasikan ke satuan kerja pusat, politeknik pariwisata, dan badan pelaksana otorita.

“Kami menerima informasi dari Kementerian Keuangan bahwa setelah rekonfigurasi anggaran, Kementerian Pariwisata diminta melakukan efisiensi sebesar Rp 603,8 miliar sehingga anggaran yang dapat digunakan adalah sebesar Rp 884,9 miliar.,” kata Widiyanti dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Rabu.


Widiyanti menyatakan dengan anggaran tersebut Kemenpar tetap mengusahakan program unggulan untuk 2025 tetap berjalan. Program unggulan itu meliputi Gerakan Wisata Bersih, digitalisasi pariwisata Tourism 5.0, program Pariwisata Naik Kelas, menggelar acara dengan menggaet intelectual property (IP) Indonesia, dan Desa Wisata.

Widiyanti memaparkan Kemenpar menetapkan sejumlah target pada sektor pariwisata 2025, di antaranya 4,6 persen kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB, USD 19-22,1 miliar devisa pariwisata, 14,6-16 juta kunjungan wisatawan mancanegara.

Lalu sebanyak 1,08 miliar perjalanan wisatawan nusantara, sebanyak 25,8 juta orang tenaga kerja pariwisata, dan peringkat travel and tourism development index mencapai 22.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga mengatakan efisiensi anggaran ini perlu dimaknai sebagai pendorong agar kinerja kementerian/lembaga juga dapat berjalan lebih efisien.

“Menurut saya bagaimana bisa dibangkitkan kembali teman-teman seluruh jajaran baik eselon dua, tiga, empat, dan seterusnya sampai pegawai kecil jangan sampai mereka kehilangan semangat untuk berkarya bangsa dan negeri. Tapi spirit bisa menggunakan anggaran sekecil mungkin tapi tidak mengabaikan kinerja mereka sebagai aparatur negara,” kata dia.

(fem/ddn)

Membagikan
Exit mobile version