Rabu, Februari 26


Jakarta

Merek mobil asal China, Jetour, berjanji akan menambah lini produk untuk pasar Indonesia. Setelah meluncurkan dua mobil SUV Jetour Dashing dan Jetour X70 Plus, Jetour akan menambah beberapa SUV lagi untuk pasar Indonesia.

Marketing Director PT Jetour Motor Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, mengatakan pihaknya sedang menyiapkan beberapa produk baru untuk Indonesia. Beberapa di antaranya adalah mobil offroad Jetour T1 dan Jetour T2. Selain itu, mobil listrik Jetour X50e yang dipamerkan di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 juga bakal dijual di Indonesia.

“Di roadmap kita ada yang off-road travel series T2 dan T1, X50e juga kita masih mengumpulkan insight-insight konsumen dan harapannya memang kita ingin memperkenalkan semua sebagai opsi buat konsumen,” kata Ranggy saat ditemui di Bandung, Selasa (25/2/2025).


Nantinya, Ranggy mengatakan, Jetour akan menawarkan beragam teknologi kendaraan, mulai dari mobil bermesin pembakaran dalam (internal combustion engine/ICE), mobil hybrid, hingga mobil listrik.

“Harapannya kita brand yang menawarkan ICE, nantinya kita punya road testnya PHEV dan juga ada EV,” ujar Ranggy.

Ranggy mengatakan, pihaknya memiliki strategi untuk meluncurkan mobil baru di Indonesia pada saat yang tepat. Saat ini, Jetour masih melakukan riset dan pengujian di jalan raya Indonesia sebelum meluncurkan mobil offroad Jetour T2.

“Untuk itu kita juga ingin menawarkan T2 dengan harga yang sangat kompetitif, yang sesuai ekspektasi atau mungkin di atas ekspektasi konsumen. Secara roadmap, kita memang punya T2 dan T1 yang kita announce, kita hadirkan di 2025 ini, di second half di tahun ini. Kita masih push untuk tahun ini kita memperkenalkan dua model off-road kita, yang memang secara global pun diterima sangat baik di berbagai market, terutama di Middle East,” kata Ranggy.

Bahkan, untuk Jetour T2 dan X50e, Indonesia akan menjadi negara pertama yang akan menguji versi setir kanannya. Jadi, pengembangan produk Jetour T2 setir kanan akan banyak penyesuaian untuk kebutuhan Indonesia.

“Untuk saat ini strategi kita juga masih komitmen untuk CKD (perakitan lokal) di (pabrik) Handal dengan berbagai alasan yang memang salah satunya adalah untuk bisa memperkenalkan lebih cepat model di Indonesia,” katanya.

(rgr/dry)

Membagikan
Exit mobile version