Elon Musk mengecam Perdana Menteri Australia setelah pengadilan memerintahkan perusahaan media sosialnya X untuk menghapus rekaman dugaan serangan teroris di Sydney. Musk mengatakan keputusan itu berarti negara mana pun dapat mengendalikan “seluruh internet”.
Artikel Terkait
© 2026 The News Indonesia. Seluruh hak cipta.




