Jumat, April 4


San Francisco

Nenek moyang iguana modern dispekulasikan melakukan perjalanan laut terpanjang yang pernah dilakukan oleh vertebrata darat. Aktivitas itu dilakukan sekitar 34 juta tahun lalu.

Mengutip CNN, Minggu (30/3/2025), nenek moyang itu melakukan perjalanan epik dari pantai barat Amerika Utara menuju Fiji. Jarak yang ditempuh iguana itu sejauh hampir 8.000 kilometer atau seperlima dari keliling bumi melintasi Samudra Pasifik.

Studi itu dilakukan dengan menggunakan bukti genetik. Para peneliti mengemukakan bahwa iguana itu melakukan perjalanan luar biasa dengan mengarungi lautan di atas vegetasi terapung, yang mungkin terdiri dari pohon atau tanaman yang tumbang.


Selama beberapa dekade, para ilmuwan telah memperdebatkan bagaimana iguana itu tiba di Fiji. Teori sebelumnya menyatakan bahwa spesies iguana yang telah punah mendarat di Fiji dari Amerika tanpa waktu yang jelas.

“Sementara, teori lain mengusulkan bahwa kadal itu bermigrasi melalui darat dari Asia atau Australia,” kata penulis utama penelitian Dr. Simon Scarpetta, asisten profesor di University of San Francisco.

Scarpetta melakukan penelitian ini selama mengenyam beasiswa postdoctoral National Science Foundation di University of California, Berkeley.

Temuan yang diterbitkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences itu membantu memperjelas misteri yang telah lama ada tentang bagaimana reptil ini mencapai pulau-pulau terpencil.

Scarpetta dan timnya bertujuan untuk menguji teori arung jeram dan teori darat, serta hipotesis lain mengenai asal-usul biogeografis iguana Fiji, termasuk penyebaran melalui Antartika atau menyeberangi jembatan daratan Bering.

“Memahami jenis penyebaran air ini dapat memberikan wawasan baru tentang bagaimana spesies lain menjajah daerah terisolasi dari waktu ke waktu,” kata Scarpetta.

Iguana telah menunjukkan kemampuan untuk bertahan hidup dalam perjalanan laut jarak jauh, menurut sebuah penelitian pada bulan Oktober 1998. Sedikitnya 15 iguana hijau muncul di pantai Anguilla di Karibia pada tahun 1995 di atas rakit yang terbuat dari pohon-pohon yang tumbang.

Para peneliti menentukan bahwa kadal-kadal tersebut kemungkinan besar mengapung hampir 322 kilometer dari Guadeloupe setelah peristiwa badai.

Scarpetta mencatat bahwa jenis arung jeram ini sering digambarkan sebagai penyebaran “sweepstakes”, sebuah peristiwa langka yang memungkinkan suatu spesies menjajah daerah yang tidak terjangkau.

Peristiwa cuaca besar, seperti angin topan atau banjir, dapat menumbangkan vegetasi dan membawa serta hewan. Untuk menentukan kapan iguana tiba di Fiji, para peneliti menganalisis gen dari 14 spesies iguana yang masih hidup.

Tim menemukan bahwa kerabat terdekat iguana Fiji yang masih hidup adalah dipsosaurus. Itu sejenis iguana gurun yang berasal dari barat daya Amerika Serikat dan barat laut Meksiko.

(msl/fem)

Membagikan
Exit mobile version