Rabu, Februari 26


Jakarta

Sebanyak tujuh pendaki ilegal dari berbagai daerah diganjar sanksi oleh Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Mereka dengan penuh kepercayaan diri memamerkan foto pendakian hingga puncak Mahameru saat jalur pendakian ditutup.

Tujuh pendaki itu mendaki Gunung Semeru secara ilegal hingga mencapai puncak Mahameru pada Januari lalu. Saat itu, pendakian ke puncak Mahameru dilarang karena aktivitas vulkanik yang terbilang tinggi dan membahayakan para pendaki.

Para pendaki itu bahkan mencantumkan keterangan seolah-olah pendakian tersebut sebagai bukti keberanian.


“(Wedi resiko kui hanya untuk kaum lemah. Lah kene kaum sangar, ngeyelan, yo luwih seneng sing berbau tantangan ekstrim). Takut risiko itu hanya untuk kamu lemah. Lha kita kaum sangar dan ngeyelan ya lebih suka yang berbau tantangan ekstrem,” kata mereka dalam sebuah unggahan yang viral.

Kini mereka mengaku bersalah dan dihukum menanam 20 bibit pohon juga dilarang mendaki Semeru lagi.


Berikut pernyataan pengakuan salah para pendaki dikutip dari akun agipmuhammad_ dan TNBTS, Rabu (26/2/2025):

Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

Kami ber-7 telah melakukan pendakian ke gunung Semeru melalui jalur ilegal dan telah membuat informasi yang tidak benar serta menimbulkan kegaduhan di media sosial, sejak di unggah pada akun jejak pendaki tanggal 21 Januari 2025

Kami telah di periksa di kantor Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan sangat menyesal atas tindakan kami tersebut.
Tindakan kami bukanlah tindakan yang benar dan tidak patut di contoh.

Kepada para pecinta alam dan pendaki lainya, kami harap untuk melakukan pendakian di jalur resmi dan tidak secara ilegal

Kami memohon maaf kepada kepada seluruh pihak yang di rugikan atas kegaduhan yang telah di timbulkan.
Kami siap menerima konsekuensi hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Salah satu bentuk tanggung jawab kami, kami akan melakukan penanaman sejumlah masing-masing 20 bibit pohon per orang yang akan kami publikasikan di media sosial kami.

Demikian pernyataan dari kami, Terimakasih, W assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

Tanggapan TNBTS

Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru tak tinggal diam terkait pendaki yang sombong itu. Mereka mampu mendatangkan semua pendaki ilegal dan menghukumnya.

“Terkait blacklist, pihak TNBTS akan menerapkannya di kawasan TNBTS dan akan direkomendasikan juga untuk diterapkan di seluruh taman nasional,” pernyataan di kolom komentar.

(msl/fem)

Membagikan
Exit mobile version